
MALANG (Lenteratoday) – Melihat masih tingginya angka kematian akibat penyakit jantung, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (Perki) akan memprioritaskan kewaspadaan masyarakat terkait resiko penyakit jantung.
Ketua Perki Malang Raya periode 2022-2025, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D, FIHA, FICA, FAsCC, FSCAI., mengatakan bahwa saat ini resiko serangan jantung semakin meningkat, termasuk pada masyarakat Malang Raya.
“Dokter jantung di Malang ini terbilang banyak, namun berdasarkan hasil riset Dinas Kesehatan Kabupaten Malang ini, kematian tertinggi setiap tahunnya disebabkan oleh jantung koroner. Inilah yang harus kita tingkatkan kewaspadaannya, mulai dari pasien, kader, puskesmas, faskes dan rumah sakit, terlebih kepada masyarakat,” ujar Prof Saifur selesai pelantikan ketua dan kepengurusan Perki 2022-2025, Sabtu (3/9/2022).
Prof Saifur menyebutkan dalam waktu terdekat Perki akan mengadakan beberapa program, diantaranya peringatan Hari Jantung sedunia yang bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia dan Pemkab Malang.

“Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun serta sebagai momentum meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit jantung dan bukti keperduliaan kita terhadap kesehatan jantung,” jelasnya.
Bentuk pentingnya sosialisasi kewaspadaan penyakit jantung dipaparkan oleh Prof Saifur agar penanganan pada masyarakat bukan ketika sedang terkena serangan jantung, melainkan pada kondisi dini munculnya gejala.
“Kewaspadaannya jangan hanya ketika sakit jantung, tapi dengan bagaimana darah tinggi diobati, gula darah diturunkan, kolesterol diobati, dan cara berolahraga yang baik, itulah yang akan kita sosialisasikan kepada masyarakat. Kita juga akan turun langsung ke masyarakat tanpa membedakan pelayanannya baik masyarakat yang ada di desa maupun kabupaten/kota,” paparnya.
Lebih lanjut, Prof Saifur menuturkan bahwa penanganan terkait penyakit jantung harus butuh kerjasama dengan pemerintah Malang Raya. Dalam kesempatan ini, hadir Bupati Kabupaten Malang yang menyebutkan akan memfasilitasi keperluan perawatan pada penyakit jantung.

Bupati Malang, Sanusi, yang menyatakan pihaknya telah menganggarkan Rp 400 milyar rupiah untuk pengembangan pembangunan RSUD Kepanjen, Kabupaten Malang, yang juga akan dijadikan sebagai rumah sakit jantung. Kemudian sebanyak Rp 26 milyar untuk operasional alat yang mendukung pemeriksaan serta penanganan penyakit jantung.
“Kita anggarkan Rp 400-an milyar untuk pengembangan RSUD Kepanjen dan Rp 26 milyar untuk operasional alatnya. Juga kita akan menganggarkan operasional dari sebagian dana bagi hasil cukai untuk keperluan rumah sakit jantung di RSUD Kepanjen yang nantinya pasti akan banyak membutuhkan bantuan dari dokter-dokter Perki,” ujar Sanusi ditemui usai acara. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi