04 April 2025

Get In Touch

Jumlah Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang Terus Menurun

Ilustrasi proses pemeriksaan hasil tes HIV/AIDS
Ilustrasi proses pemeriksaan hasil tes HIV/AIDS

SEMARANG (Lenteratoday) - Jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Semarang terus penurunan setiap tahunnya. Per Juli 2022, tercatat ada 283 kasus HIV/AIDS di Kota Semarang.

Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Semarang, Nur Dian Rakhawati, menjelaskan rincian jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Semarang.

"Kalau melihat trend dari tahun ke tahun sejak tahun 2019 sampai 2022, setiap tahun itu kasusnya turun, tahun 2019 ada 643 kasus, lalu tahun 2020 ada 588 kasus, selanjutnya tahun 2021 ada 491 kasus, dan terkahir cut of bulan Juli 2022 ada 283 kasus," jelasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (1/9/2022).

Demi mendeteksi kasus HIV/AIDS secara lebih dini, DKK menyediakan pelayanan pemeriksaan. Adapun pelayanan pemeriksaan HIV/AIDS ditargetkan pada kelompok berisiko tinggi, seperti pasien infeksi menular seksual, pekerja seks, gay, pengguna jarum suntik, ibu hamil, pasien TBC dan warga binaan lapas.

"Ini merupakan salah satu progam kita, khususnya di Semarang, untuk memetakan populasi. Tapi dalam pemetaan ini kalau untuk yang waria dan penjaja sex mereka lebih terbuka ya, tapi kalau yang lelaki suka lelaki mereka tidak terbuka jadi kita cukup kesulitan untuk mendeteksi," ujarnya.

Namun, pihaknya juga mengaku mengalami kesulitan dalam pemeriksaan, lantaran kelompok yang kurang terbuka. Oleh karena itu, ia bekerjasama dengan sejumlah komunitas yang dinilai dekat ke kelompok dengan risiko tinggi untuk mendapatkan keterbukaan dan kepercayaan kelompok sasaran.

"Jadi, setelah dapat bantuan dari komunitas diharapkan nanti mereka bisa lebih open, setelah mereka open dan trust, kita sebagai nakes akan menarik mereka untuk pemeriksaan, sehingga kesehatan mereka juga tahu, mereka tahu status HIV nga. Dan ketika mereka tahu status HIV-nya, kita akan lebih mudah untuk memberikan pengobatan," ujarnya.

Harapannya, dengan digencarkannya pemeriksaan ini, kasus HIV/AIDS di Kota Semarang dapat segera terdeteksi dan mempercepat pemutusan rantai penyebaran. (*)

Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.