07 April 2025

Get In Touch

Banyak Pedagang Keputran Tidak Pakai Masker, Pemprov Bagikan Paket Pencegahan Covid-19

Banyak Pedagang Keputran Tidak Pakai Masker, Pemprov Bagikan Paket Pencegahan Covid-19

Surabaya – Pasar Keputransebagai salah satu pusat kegiatan perdagangan di Surabaya dinilai sebagaidaerah yang rawan penyebaran virus corona (covid-19) meski sampai saat ini belumada yang terkonfimasi positif. Sebagai upaya pecegahan, Pemprov Jatim melalui DinasPerindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim melakukan aksi protokolkesehatan Surabaya, Jumat (17/4/2020) dini hari.

Dalam aksi tersebut, dilakukan pembagian sekitar 300 paketyang terdiri dari masker, hans sanitizer, vitamin C, dan panduan doa supaya wabahcovid-19 ini cepat selesai. Paket yang dikemas dalam dompet ini langsungmenjadi habis dalam waktu sekejab, para pedagang di pasar sayur di tengah kotaini sangat antusias dan sangat menantikan adanya aksi seperti itu.

“Pak, saya Pak,” kata salah satu pengunjung pasar yanglangsung mendatangi petugas pembagian paket tersebut. Hal itu langsung diikutipara pedagang dan pengunjung lainnya. “Alhamdulillah ada yang memberi masker,ini yang kami tungggu,” kata Mbak Jum yang berjualan bawah di pasar legendaristersebut.

Menurutnya, pembagian paket masker, hand sanitizer, dan vitaminC ini baru pertama dilakukan, sebelumnya belum pernah ada. Meski demikian, dikawasan tersebut sering dilakukan penyemprotan disinfektan.

Pembangian paket ini dipimpin langsung oleh KadisperindagJatim Dr Drajat Irawan. Dia menjelaskan bahwa aksi tersebut sesuai denganintruksi dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa untuk melihatkondisi para pedagang dan pengunjung di pasar Keputran, apakah mereka sudahmenjalankan protocol pencegahan covid-19 apa belum.

Drajat mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalahmelihat apakah para pedagang sudah mengenakan masker atau belum, kemudianapakah di para pengunjungnya juga sudah mengenakan masker atau belum. “Dan yangketiga itu apakah di pintu pintu masuk sudah disediakan tempat cuci tangan ataubelum,” tandasnya.

“Ternyata fakta di lapangan, belum banyak yang pakai maskersehingga Ibu Gubernur sengaja ingin memberikan masker kepada pedagang danpembeli di Pasar Keputran dengan harapan semoga mereka dengan menggunakan alatini bisa mencegah penularan virus corona, karena memang virus ini diantarapenyebarannya ketika kemudian social distancingnya kurang dari 1 meter,” jelasDrajat.

Lebih lanjut dia berharap adanya jam kerja, serta adapengaturan jarak antara pedagang dengan pembeli. Dia mengatakan untukmengurangi berkumpulnya masyarakat banyak, maka yang tak kalah penting adalah adanyapasar tradisional online. Langkah ini sudah dilakukan di beberapa daerahseperti di Malang, Probolinggo, Jember dan lainnya.

Aimplementasi dari pasar online ini dilakukan dengan carapara pedagang menyetorkan data-datanya, kemudian da kemudian pihak pemerintahmembantu pemasaran secara online. Makin banyak online sistem yang dibuat iniakan semakin bagus. “Sampai saat ini selama ini baru ada 1.370 pedagang yangmendaftarkan komoditinya lewat pasar pasar online, bisa lihat WA grup danlainnya, sehingga masih banyak yang belum diakomodir,” kata Drajat.

Dalam kesempatan itu, Drajat juga menyempatkan diri mengecekharga harga komoditas secara langsung. Hasilnya, pergerakan harga beberapa komoditasmasih stabil, diataranya bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, caberawit dan lainnya. Permasalahan harga masih ada pada gula yang sampai saat inisudah menembus Rpn18.000 hingga Rp 19.000 per kg.

Drajat yakin masalah harga gula ini akan mampu diatasi,sebab sebentar lagi akan masuk 35 ribu ton gula import. Jumlah tersebut akanditambah lagi pada 5 April dengan masuknya 21 ribu lagi. Kemudian pada akhirApril akan ditambah lagi sebanyak 30 ribu ton. Dia berharap dengan masuknnyagula itu akan mampu mengatasi masalah stok gula sehingga harganya mampu ditekandan kembali pada harga normal lagi.

Kemudian setelah itu, akan langsung disusul dengan musim panentemu dan musim giling. “Musim giling tebu baru dimulai bulan Juni mendatang.Sementara kebutuhan Jatim perbulan adalah 37 ribu ton, namun yang akan masukgula import sekitar 70 ribu ton sehingga bisa mencukupi sampai masuk musimgiling,” tandasnya. (ufi)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.