04 April 2025

Get In Touch

Bermanfaat Dalam Sisi Medis, Siswa Non Muslim Turut Ikuti Khitan Massal Pemkot Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi hadiri acara khitan massal
Wali Kota Eri Cahyadi hadiri acara khitan massal

SURABAYA (Lenteratoday) -Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan Khitan Massal untuk siswa SD dan SMP Negeri-Swasta, serentak di lima wilayah di Kota Surabaya. Dengan total 201 peserta.

Kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia (RI) dan Bulan Muharram 1444 Hijriah tersebut berlangsung di SMP Negeri 9, SMP Negeri 22, SMP Negeri 26, SMP Negeri 11, dan SDN Dr. Soetomo V Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan catatan penting bagi anak-anak yang mengikuti khitanan massal. Ia berpesan, pelaksanaan khitan massal tidak hanya dilakukan sebagai syariat agama Islam, melainkan bermanfaat dalam sisi medis untuk menjaga kesehatan. Sehingga, kegiatan ini juga diikuti oleh para siswa beragama non muslim di Kota Surabaya.

"Kita lakukan ini serentak dan di inisiasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh, guru, dan komite sekolah. Matur nuwun (terima kasih) karena khitan massal ini dibantu oleh Baznas Kota Surabaya dan komite sekolah. Inilah budaya Arek Suroboyo, yakni toleransi, saling tolong - menolong, dan gotong - royong. Maka sudah tidak melihat muslim dan non muslim," kata Wali Kota Eri Cahyadi saat ditemui di SDN Dr. Soetomo V Kota Surabaya, Sabtu (20/8/2022).

Wali Kota merasa bangga dengan seluruh masyarakat Kota Surabaya. Sebab, dengan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, kegiatan khitan massal ini bisa digelar.

"Ini adalah bentuk edukasi dari sekolah. Kita akan lakukan edukasi lainnya untuk Paud, TK, SD, dan SMP, bekerja sama dengan komite sekolah," ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan kegiatan khitan massal digelar di lima wilayah, dengan diikuti oleh 201 siswa, mulai tingkat Paud hingga SMP Negeri/Swasta.

Wali Kota Eri Cahyadi menyapa peserta khitan massal

"Kegiatan ini juga diikuti anak berusia 4 tahun dan 7 siswa non muslim. Tujuan kami untuk memberikan edukasi agar menciptkan rasa saling bertoleransi, serta untuk menjaga kesehatan tubuh," kata Yusuf (*)

Melalui kegiatan ini, ia berharap, anak-anak akan mulai belajar berinteraksi, mandiri, dan saling menciptakan rasa gotong - royong terhadap sesama.

"Khitan ini tidak mudah, karena harus memperhatikan mental dan kesiapan anak. Maka semangat dari orang tua, teman, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan," ujar dia.

Pada pelaksanaan tersebut, sesuai dengan arahan Wali Kota Eri Cahyadi, Dispendik Kota Surabaya mengutamakan teknologi medis terbaik untuk para peserta khitan massal.

"Kami mencari tenaga medis dan teknik khitan terbaik sesuai dengan kemajuan teknologi," ujarnya (*)

Reporter: Miranti Nadya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.