07 April 2025

Get In Touch

Angkat Tema Budaya Kuliner, Lomba Mural Nasional Piala Gubernur Jateng dan Bupati Sukoharjo Digelar di Desa Wisata Juron

Desa Juron, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sebagai desa wisata.
Desa Juron, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sebagai desa wisata.

SEMARANG (Lenteratoday) - Mengusung tema Budaya Kuliner Jawa Tengah, Pemerintahan Desa Juron bersama segenap warga menggelar lomba mural tingkat nasional pada Minggu (21/8/2022)  di kawasan destinasi wisata Sendang Semurup Desa Juron, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Tema tersebut dimaksudkan untuk mendukung Desa Juron yang tengah mengembangkan desa wisata kuliner dan edukasi kuliner bagi wisatawan. Keberagaman kuliner tradisional Jawa Tengah akan dijadikan salah satu daya tarik tujuan wisata ke desa ini. Faktor ini didukung oleh segenap masyarakatnya, dimana separo warganya memang berprofesi sebagai pedagang kuliner yang tersebar di seluruh kota-kota Indonesia.

Kegiatan ini diinisisasi oleh Pemerintahan Desa Juron bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta setelah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) pada hari Rabu (20/7/2022). Kegiatan lomba mural ini menjadi langkah awal atas realisasi MoA yang telah dilaksanakan kedua belah pihak terutama sebagai upaya strategi pengembangan pariwisata di desa Juron, Nguter, Sukoharjo agar dapat berkembang secara pesat.

Diharapkan praktik kolaboratif dalam lomba mural tingkat nasional ini dapat dielaborasi secara nyata sebagai daya tarik branding visual agar kawasan wisata tersebut menjadi lebih menarik untuk dikunjungi para wisatawan yang datang.

Lomba mural yang diikuti oleh seratus lebih peserta ini, akan dibuka oleh Rektor ISI Surakarta dan dilakukan penjurian lomba dihari tersebut oleh dosen-dosen seni rupa ISI Surakarta untuk memilih 3 pemenang. Lomba mural ini juga akan diserahkan piala bergilir dari Gubernur Jateng untuk diperebutkan di ajang lomba mural tahun-tahun berikutnya.

Masyarakat peduli wisata Desa Juron, dan paguyuban perantauan Desa Juron (Perantara Selindo) dikatakan oleh Kepala Desa Juron Sarbini Sigit Budiyanto, S.E, menyambut dengan suka cita atas penyelenggaraan event ini. Pada hari yang bersamaan dengan lomba mural ini, masyarakat Desa Juron bersama mahasiswa KKN ISI Surakarta yang saat ini melaksanakan Program Pengabdian pada Masyarakat di desa Juron, juga menggelar berbagai kesenian rakyat seperti pentas gamelan, live musik campursari, dan keroncong untuk menghibur para peserta lomba mural dan pengunjung wisata. Dihari yang bersamaan juga digelar pesta rakyat berbentuk kontes layang-layang, Kontes Kambing Nyentrik (KKN), Lomba mancing mania, teaterikal berbaris oleh ibu-ibu muda desa juron dan beragam kontes lainnya dalam euphoria perayaan kemeriahan hari kemerdekaan Indonesia ke 77.

Dr. Aries BM, M.Sn , sebagai warga setempat sekaligus pembimbing KKN ISI Solo di desa Juron, berharap, agar kegiatan rutin program pengembangan seni dan budaya lainnya dapat dilaksanakan untuk menyemarakkan citra pesona wisata budaya, sekaligus menjaga kontinuitas kolaborasi antara ISI Surakarta dengan Desa Juron.

Lurah Desa Juron, Sigit (48 tahun) mengatakan, bahwa berbagai strategi pengembangan wisata di Desa Juron akan terus dilakukan sebagai salah satu peningkatan citra wisata budaya di desa ini. Upaya ini dikatakannya sebagai wahana untuk meningkatkan kemandirian desa melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan badan usaha milik desa (BUMDES) yang akan digunakan sebagai kemakmuran bersama.

Langkah nyata dari berkembangnya desa wisata di desa juron di masa depan, diharapkan juga akan mengurangi arus urbanisasi atas bergantungnya sistem ekonomi masyarakat juron pada perkotaan (perantau). Serangkaian siteplan kawasan lengkap dengan rencana pengembangan pariwisata lainnya telah dipersiapkan. Diantaranya akan dibangun beberapa museum, seperti museum kuliner, museum jamu nusantara, museum alat-alat dapur tradisional Nusantara dan museum tani di desa ini.

Dr. Aries BM, M.Sn sebagai perancang siteplan tersebut mengatakan bahwa museum-museum tersebut akan dijadikan identitas branding wisata sekaligus landmark wisata di Desa Juron.

Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.