
Meski tampak sepele, sakit pada leher tentu menimbulkan rasatak nyaman. "Aduh, aku kayanya salah bantal, nih. Leher jadi sakit!"
Hm, bantal memang kerap jadi kambing hitam saat nyeri leher,bukan? Mitos yang sangat familiar ini seolah mendapat pembenaran, lantaransakit di bagian leher sering muncul saat bangun tidur di pagi hari.
Mungkin untuk mengatasinya sebagian besar orang senangmelakukan gerakan merenggangkan leher dengan memiringkan sampai bunyi ‘kreek’. Gerakanyang sama juga sering dilakukan saat leher tegang karena kelamaan di depan computeratau menyetir.
Tapi tahukah Anda, alih-alih menghilangkan pegal, gerakanini malah menyebabkan konsekuensi jangka panjang yang jauh lebih serius, yaknistroke.Melansir Mirror, Kamis (12/9), gerakan merenggangkan leher pada beberapakasus memicu terjadinya stroke.
Mengapa gerakan seperti ini bisa memicu stroke? Suara'kreek' berasal dari peregangan kecil yang mengarah ke pemisahan sementarapermukaan sendi dan pengembangan gelembung udara. Gerakan tersebut bisaberisiko terjadinya diseksi atau robekan kecil (diseksi) di lapisan dalamarteri.
Diseksi dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah. Adakemungkinan gumpalan ini akan kembali larut dalam darah dengan sendirinya.
Tapi ada kemungkinan lain dimana gumpalan darah ikutmengalir dan menyumbat arteri hilir. Pada gilirannya, kondisi ini memicu terjadinyastroke iskemik karena pasokan darah ke otak terputus.
Sekadar informasi, ada dua arteri utama di leher yaitu arteri vertebralis. Keduanya bergabung dan membentuk arteri basilar yang memasok darah ke bagian belakang otak. Ketika ada gerakan menekuk (mematahkan) atau memutar leher, arteri itu dapat meregang dan menjadi rentan terhadap cedera. (bbs)