06 April 2025

Get In Touch

Kulit Gelap Aman Kanker Kulit, Mitos atau Fakta?

Kulit Gelap Aman Kanker Kulit, Mitos atau Fakta?

Indonesia akan mengalami fenomena alam yang disebut haritanpa bayangan. Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat yangakibatnya bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang', karena bertumpukdengan benda itu sendiri.

Saat fenomena alam ini terjadi, tentunya Matahari terletakdi atas kepala kita yang membuat cuaca jadi sangat terik. Dokter punmenyarankan untuk menggunakan pelidung kulit, tabis surya. Bahkan, bagi kulityang berwarna gelap. Sebab ungkapan umum yang menyebutkan 'hitam takkan retak'hanya mitos belaka.

Dokter kulit di University of California, San Fransisco(UCSF), dr Jenna Lester membeberkan bila anggapan kulit gelap akan aman darisinar matahari, tidak mudah mengalami keriput pada kulitnya, dan tidakmembutuhkan tabir surya adalah hal yang salah.

"Jika kulit yang kalian miliki kaya akan melaninmungkin tidak apa, tapi sebenarnya semua itu tidak benar," ujar dr Lester.

Faktanya, terlalu banyak terpapar sinar matahari juga dapatmenyebabkan masalah umum, tidak terkecuali orang yang berkulit gelap. Masalahkulit yang muncul seperti hiperpigmentasi dan melasma (bintik hitam). Kulitgelap yang tidak terlindungi dari sinar ultraviolet dapat menyebabkan kankerkulit.

"Melanoma merupakan bentuk kanker kulit yang palingberbahaya. Kanker ini memang kurang umum dikalangan orang dengan warna kulityang lainnya. Tapi, tingkat kematian yang disebabkannya jauh lebihtinggi," jelas dr Lester yang dikutip dari Medicinenet.

Keadaan ini bisa terjadi karena beredarnya informasi yangkeliru tentang kulit yang lebih gelap. Padahal, untuk orang yang berkulit gelapsekalipun sangat mungkin mengalami kanker kulit.

Seperti salah satu penyanyi yang melegenda Bob Marley. Iameninggal pada usia 36 tahun akibat melanoma yang agresif, terutama pada orangkulit gelap.

Orang Amerika berkulit hitam memiliki peluang hidup yangsedikit karena melanoma dari kelompok ras lainnya di Amerika Serikat (AS). Halini disebabkan karena pada kulit gelap, melanoma baru bisa didiagnosis secarapasti pada tahap selanjutya, saat melanoma sudah sulit untuk diobati.

Akibatnya, di AS hanya 66 persen orang kulit gelap dan 90persen orang kulit putih mengidap melanoma, yang memiliki peluang hidup selamalima tahun ke depan. dr Lester menyarankan, orang yang berkulit gelap harussegara melakukan tindakan pencegahan melanoma dengan mengetahui tanda-tandakanker kulit.

"Tahun lalu, saya membuka klinik UCSF Skin of Coloryaitu salah satu klinik di AS yang khusus menangani pasien dengan kulitberwarna. Saat pasien masuk ke ruangan, mereka mengatakan sebelumnya belumpernah memiliki dokter kulit hitam sebelumnya," katanya. "Inimenandakan mereka juga nyaman dan bisa berkonsultasi tanpa saya harusmengatakan hal apapun pada mereka," imbuhnya.(ins)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.