

MAKKAH. Mayoritas aktivitas jemaah seusai fase Armuzna adalah menyelesaikan tawaf ifada. Sementara, jemaah yang waktu kepulangan sudah dekat, akan disusul dengan tawaf wada atau tawaf perpisahan.
Tawaf ifada dilakukan sesudah Wukuf di Arafah sedangkan awal waktunya setelah lewat tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah.
Jamaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Nurul Hayat, Surabaya melaksanakan tawaf ifada pada Rabu malam (13/07/2022).
Setelah shalat Isya rombongan berangkat menuju Masjidil Haram menggunakan bus shuttle yang sudah beroperasi kembali.
Para jamaah Nurul Hayat sudah berada di Makkah setlah menyelesaikan rangkaian lontar jumrah.

Tawaf ifadah sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, sebelum pulang kembali ke Tanah Air. Namun tentu akan berisiko. Setidaknya ada beberapa larangan yang masih berlaku selama berhaji
Tawaf ifada dilakukan dengan mengelilingi Kabah sebanyak 7 putaran sesuai ketentuan.
Bagi jamaah yang kebetulan sedang sakit, dapat melaksanakannya, tentu dibantu menggunakan kursi roda.

Usai tawaf ifada dilanjutkan dengan sa'i yaitu berjalan kaki dari bukit Shofa menuju Marwah sebanyak 7 putaran. Sebuah ritual penutup yang mengingatkan kisah Siti Hajar.
Siti Hajar adalah istri dari Nabi Ibrahim AS. Kala itu, Ibrahim meninggalkan Siti Hajar untuk melaksanakan perintah Allah. Sepeninggal Ibrahim, putra Ibrahim, menangis karena kehausan.
Dalam upaya mendapatkan air, beliau berlari-lari mencari sumber air. Namun, ia tak kunjung menemukannya.
Tetapi, Siti Hajar yakin bahwa Allah akan menolongnya. Ia berlari bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwa sekadar berusaha mencari air.
Pada perjalanan balik ketujuh kalinya, ia melihat pancaran air dari tanah yang terkena hentakan kaki Ismail.
Siti Hajar mengumpulkan air itu, dan berteriak "Zamzam". Inilah yang kemudian kita kenal sebagai Air Zamzam saat ini. Tempat munculnya air ini berada di dekat lokasi Kabah (*)
Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH