07 April 2025

Get In Touch

Haji 20 Kali, Umroh Ratusan Kali, Kok Bisa?

Jauharoh.
Jauharoh.

SURABAYA (Lenteratoday) - Bagi sebagian orang, untuk menunaikan ibadah haji atau umroh sekali saja dalam hidupnya butuh perjuangan besar, ada yang menabung sampai bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai jual tanah atau aset.

Namun, ada juga yang mendapat kesempatan ke Tanah Suci begitu mudah, bahkan ada yang tak perlu keluar biaya sepeserpun. Semua itu kehendak Tuhan, termasuk ada yang sudah ratusan kali ke Tanah Suci. Cerita ini seperti yang dialami Jauharoh Said, asal Mojokerto.

Pada musim haji tahun ini, dia kembali mendapat kesempatan ke berhaji dan tergabung dalam kloter 33 Embarkasi Surabaya. Bahkan, dia sudah berhaji 20 kali dan umroh ratusan kali. Kok bisa?

"Alhamdulillah hingga saat ini saya sudah berhaji sebanyak 20 kali dan berumroh ratusan kali," tuturnya.

Hal itu bisa terjadi pada Jauharoh karena dia menjadi pembimbing ibadah di KBIH yang ia miliki. Ia menuturkan meskipun sudah berkali-kali menjadi tamu Alloh namun dalam setiap keberangkatannya selalu saja ada ujian.

"Kalau istilah jawanya, gak pinter-pinter. Selalu saja ada masalah. Namanya saja mengharap surganya Gusti Alloh. Pasti tidak mudah," tutur wanita yang pernah mengajar di sebuah SMP Negeri ini.

Sebagai pembimbing di KBIH, Jauharoh punya tanggung jawab membimbing semua jamaah baik laki-laki maupun perempuan. "Meskipun saya wanita, tapi saya membimbing semua jamaah saya tanpa membeda-bedakan," ujarnya

Menurutnya keberadaan pembimbing wanita sangat bermanfaat bagi jqmaah haji wanita. "Mungkin di sana nanti ada jqmaah yang datang bulan, menjaga mahram, kita membimbing adab kesucian mereka," terangnya.

Jauharoh menceritakan awal mula dia menjadi pembimbing haji. "Sebelum saya mulai menjadi pembimbing ibadah haji pada tahun 2001, saya sudah pernah berhaji dua kali. Saat itu KBIH masih sedikit sekali, belum seperti sekarang. Dari pengalaman saya, jumlah petugas dari pemerintah dengan jumlah jamaah di tiap kloter sebenarnya masih sedikit jumlahnya. Butuh pembimbing yang membantu jamaah selama prosesi rangkaian ibadah haji," jelasnya.

Dari pengalaman tersebut, wanita yang dulu berprofesi sebagai guru pendidikan Agama Islam ini ingin memberikan ilmu yang ia miliki. "Yang berangkat haji itu macam-macam orangnya. Tidak semuanya bisa ngaji, tidak semuanya ngerti agama. Kami mengajarkan jamaah haji yang mana rukun haji, yang mana sunnah yang mana wajib sehingga jamaah haji bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik dan benar," terang wanita yang mulai merintis usaha KBIH-nya ini dengan cara door to door.

Jauharoh pun akhirnya bersama almarhum suaminya bertekad memberikan bimbingan ibadah haji. Dia sendiri sangat menikmati tugasnya tersebut karena dia memang menyukai dunia pengajaran.

Dari pengalamannya selama ini yang paling membutuhkan perjuangan adalah melayani jamaah yang sakit atau sudah tua tanpa pendamping. "Kalau musim haji sebelum-sebelumnya banyak jamaah usia 70 tahun ke atas. Itu butuh layanan ekstra karena kita harus sabar dan perhatian penuh," terangnya. (*)

Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.