
Lamongan – KabupatenLamongan mengalami lonjakan signifikan kasus virus corona (covid-19) denganjumlah terkonfirmasi positif yang semula masih kosong langsung mencapai 10kasus. Maka, Lamongan sudah menjadi zona merah.
Ketua Gugus Tracing Penanganan Covid-19 Provinsi Jatim, KoharHarisantoso menegaskan bahwa berdasarkan hasil tracing di Lamongan diketahuidari 10 yang dinyatakan positif tersebut 8 diataranya adalah mereka yang ikutmelakukan pelatihan Tim Keshatan Haji Indonesia (TKHI) di Asrama Haji SukoliloSurabaya. “Enam diantaranya dari Petugas Kesehatan Indonesia dan dua dari tim PembinaHaji Indoneisia,” kata Kohar.
Dia menambahkan, dua lagi yang terkonfirmasi positif diLamongan, satu terindikasi punya penyakit penyerta TBS dan satu lagi teman yangikut pelatihan TKHI. Sementara itu, dari data yang didapat kasus di Lamongaandiataranya untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 40 orang.Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 190 orang.
Sedangkan kecamatan di Lamongan yang terkonfirmasi merah,artinya ada kasus terkonfirmasi positif terinfensi virus corona diantaranya Kedungpringada satu orang, Lamongan Kota ada satu orang, Sukodadi ada satu orang, Deketada satu orang, Turi ada dua orang, Karanggeneng ada satu orang, Maduran ada satuorang, Solokuro ada satu orang, dan Paciran ada satu orang.
Terpisah, Sekda Kabupaten Lamongan Yuhronur Effendimengatakan bahwa 10 orang yang terkonfirmasi positif tersebut sudah menjalaniisolasi di RSUD dr Soegiri Lamongan. “Sebagian besar yang positif ini adalahmereka yang ikut pelatihan haji itu, ada delapan orang. Sebagian memang adayang tenaga medis, ada ada juga yang bukan,” tandasnya saat dihubungiLenteratoday.com, Jumat (3/4/2020).
Saat ini pihaknya masih terus melakukan tracing untukmengetahui mata rantai dari penyebaran virus tersebut. Setidaknya sampai hariini, lanjut Yuhronur, sudah ada 62 yang di-tracing dari 10 orang yangdinyatakan positif terinfeksi covid-19 tersebut.
Sementara, terkait dengan langkah lebih lanjut untukpenanganan covid-19 termasuk penyiapan anggaran, Sekda mengatakan masih dalampembahasan lebih lanjut. Pembahasan itu diantaranya untuk menghitung berapadana yang dibutuhkan. “Kami masih belum tahu pasti, berapa anggaran yangdibutuhkan, masih dalam pembahasan,” tandasnya. (ufi)