05 April 2025

Get In Touch

Noviana, Pengamen Peraih Wisudawan Terbaik FH Unair, Bangkit dari Jalanan Setelah Bertemu Bambang DH

Noviana, Pengamen Peraih Wisudawan Terbaik FH Unair, Bangkit dari Jalanan Setelah Bertemu Bambang DH

Lahir dari keluarga kurang mampu yang mengharuskannya mengamen sejak Taman Kanak-kanak (TK) tidak membuat Noviana berkecil hati. Dia percaya, bila mau bekerja keras pasti Tuhan mengirimkan bantuan. Terbukti, melalui rasa welas asih Bambang DH (BDH), dia berhasil lulus kuliah Cum Laude dan menjadi Wisudawan Terbaik S1, Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair), Jumat (6/9/2019).

Sebelum matahari menyengatkan panasnya, setiap hari Noviana kecil mengikuti dua kakaknya berjalan ke perempatan Ngagel Jaya. Di pinggir jalan yang tak jauh dari rumahnya iji, tiga saudara tersebut mengamen hingga sore hari.
Pilihan mengamen bermula ketika kedua orangtua Noviana sakit keras. Kala itu, dua kakaknya mencoba untuk mengadu nasib di jalanan. Upaya ini kemudian diikuti oleh saudara-saudarinya yang lain. Larangan orangtua mereka tak mampu membendung tekad Noviana beserta seluruh saudaranya dalam membantu perekonomian keluarga.
“Akhirnya, bapak memperbolehkan kami mengamen dengan catatan sekolah tetap yang utama. Jangan dijadikan sumber penghasilan hingga dewasa. Bahkan, ibu dan bapak setia mengawasi kami saat mengamen. Selain itu, mereka juga sangat disiplin terkait pendidikan. Di sela-sela mengamen kami tetap mengerjakan tugas,” kata tutur wanita yang pernah meraih emas di cabang olahraga panahan saat SMP ini.


Berbagai risiko di jalanan pun sudah dicecapnya. Termasuk diciduk oleh Satpol PP Kota Surabaya karena tertangkap mengamen di perempatan jalan.”Takut tentu saja. Saat itu saya ‘dicakup’ Satpol PP,” ujarnya.
Namun siapa sangka, kejadian tersebut malah membawanya ke jalan menuju kesuksesannya saat ini. Diceritakan Novi, saat dikumpulkan bersama anak jalanan, pengemis dan gelandangan dia didatangi oleh sosok yang kemudian mau memberikan beasiswa sekolah hingga lulus saat ini. “ Awalnya saya tidak tahu siapa orang itu. Saat menemui saya dia minta saya untuk berhenti ngamen. Kala itu saya masih duduk di bangku kelas 5 SD,” ujar wanita yang mengenyam pendidikan menengah pertama di SMPN 23 Surabaya ini.
Bila gadis sepantarannya merasa takut, Novi memberanikan diri untuk berbicara dengan orang tersebut. Dia berjanji tdiak ngamen lagi dengan syarat dia bisa sekolah terus sesuai cita-cita dan ayahnya bisa bekerja lagi. “Siapa sangka ternyata orang tersebut adalah Bambang DH yang saat itu menjabat sebagai Walikota Surabaya,” ujarnya sambil tersenyum.
Bambang DH pun mengabulkan permintaan Novi, bahkan membantu sang ayah agar bisa bekerja lagi. Pasalnya, setelah jatuh saat menarik becak, penglihatan sang ayah diakui menurun. Jadi untuk bekerja jadi tukang becak lagi tidak mungkin.
Jejak manis pun mulai dirajut oleh Novi, hingga dia berhasil masuk jalur undangan di Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga. Selama kuliah, Noviana berusaha untuk tidak merepotkan keluarganya. Berbagai upaya dia lakukan guna memenuhi kebutuhan perkuliahan, seperti berdagang barang, menjadi pelatih olahraga panah di salah satu klub memanah Surabaya, sampai menjajal magang di Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) FH UNAIR demi menambah pengalaman.
“Saya juga pernah mengikuti pelatihan paralegal di Surabaya Children Crisis Center (SCCC). Yakni, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang ditujukan bagi anak yang berhadapan dengan hukum,” kata alumnus SMAN 9 Surabaya.
Beruntungnya, di semester lima, Noviana menerima beasiswa perusahaan Chaeron Pokphand Indonesia yang menunjang pendidikannya hingga akhir perkuliahan. Skripsi berjudul Pengadaan Barang atau Jasa Pada Badan Layanan Umum mengantarkan Noviana meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,94. Kini, putri pasangan Sutrisno dan Karyatiningsih itu tengah melanjutkan karirnya disebuah Kantor Advokat.
“Ke depan, saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister lalu mendaftar sebagai hakim. Tips bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan adalah restu orangtua, konsisten, berkomitmen serta manajemen waktu. Nikmati setiap proses yang dilalui agar tidak merasa berat dan jangan lupa selalu berbagi,” tandas Noviana.

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.