
LETRA.ID- Tim nasional (timnas) Indonesia harus rela menerima kekalahan menyakitkan dari timnas Malaysia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan Indonesia melawan Malaysia berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (5/9) berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Malaysia.
Dua gol Indonesia pada laga tersebut dicetak oleh AlbertoGoncalves pada menit ke-13 dan 40'. Sedangkan dari Malaysia, gol dicetak olehMohamadou Sumareh (38', 90+6') dan Muhammad Syafiq Ahmad (67').
Pasca-tumbangnya timnas Indonesia dari Malaysia, beragamkomentar muncul dari berbagai media sosial di dunia maya. Salah satunyaInstagram, yang kembali marak dengan kemunculan tagar #KembalikanLuisMilla.
Tagar tersebut muncul akibat rasa ketidakpuasan parasuporter Indonesia atas permainan skuad Garuda.Sehingga, mereka menyerukan agarmantan pelatih Indonesia, Luis Milla kembali mengarsiteki timnas.
Padahal, timnas Indonesia yang dilatih oleh pelatihnyasekarang, Simon McMenemy baru sekali ini bermain pada ajang internasional.
Tagar tersebut sebenarnya sudah pernah muncul di publikseusai kepastian Luis Milla tak lagi melatih Indonesia.Menurut netizen,permainan skuad Garuda di bawah asuhan Luis Milla lebih memuaskan ketimbangyang disajikan saat ini.
Kendati begitu, munculnya tagar tersebut patut disayangkanapalagi laga melawan Malaysia semalam merupakan laga pertama Simon McMenemyuntuk laga resmi internasional di luar uji coba.Yang paling ramai, tagartersebut digunakan oleh Presiden Madura United, Achsanul Qosasi.
Bahkan, Achsanul Qosasi mengkritisi keras tak digunakannyalagi jasa Luis Milla sebagai pelatih timnas Indonesia.Pria yang juga anggotaBadan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia tersebut mengatakan Indonesiasebenarnya tak kalah dalam segi teknik, tetapi skuad Garuda kalah dari faktorkesiapan."Mereka (Malaysia) lebih siap," tulis Achsanul Qosasi."Banyakpemain timnas yang gak siap, pelatih kayaknya belum paham mengenai pemain. Adapemain yang kebanyakan gaya," ucapnya.
Lebih lanjut, dia juga mengkritisi keputusan yang diambilpelatih skuad Garuda, Simon McMenemy."Coach Simon perlu asisten pelatihdari sekian banyak pelatih lokal yang paham karakter pemain," kataAchsanul Qosasi."Sehingga, dia tidak salah mengganti pemain," tuturnya.
Suporter Rusuh
Lebih ironis lagi, Pertandingan sempat dihentikan karenaaksi suporter Indonesia yang menyerang pendukung Harimau Malaya. Bahkan, MenteriPemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi harus meminta maaf secara langsungkepada Menpora Malaysia Syed Saddiq.
"Kehadiran saya untuk menyampaikan langsung permohonanmaaf atas nama rakyat Indonesia dan juga pemerintah kepada Menteri Saddiq atasulah oknum supporter yang semalam kita lihat bersama," kata Imam, Jumat(6/9).
Imam berharap persahabatan pemerintah Indonesia dan Malaysiayang sudah terjalin sejak lama bisa tetap terjaga. Terlebih melalui sepak bolayang sejatinya mengusung nilai-nilai fair play."PersahabatanIndonesia-Malaysia tidak boleh renggang karena sepak bola dan tentu kami akanterus menjaga agar kondisi ini tetap baik. Oknum suporter yang telah melakukanpengrusakan tentu harus ditindak oleh aparat kepolisian," ujar Imam.
Menpora Malaysia Saddiq menyambut baik inisiatif ImamNahrawi. Saddiq juga menyerahkan kasus penyerangan suporter Malaysia kepadakepolisian Indonesia."Kami mengucapkan terima kasih atas pendirian yangtegas dari pemerintah Indonesia. Saya juga mendapat penjelasan dari Imam yangakan pastikan menempuh jalur hukum."
"Kita tetap sahabat serumpun dan kami pastikan silaturahmiakan terus terjaga. Walaupun tindakan tegas akan diambil, tapi kita tetap perlubersama dalam menyelesaikan masalah ini bersama juga," ujar Saddiq. (blo,dtc)