05 April 2025

Get In Touch

Khofifah Beberkan Rencana Pembangunan Jatim di Jakarta

Khofifah Beberkan Rencana Pembangunan Jatim di Jakarta

JAKARTA,LETRA.ID- Gubernur Khofifah Indar Parawansa beberkanRencana Pembangunan Industri Provinsi Jatim (RPIP) Jawa Timur. Paparan inidisampaikan saat menghadiri rapat koordinasi pemerintah, pemerintah daerah (Rakorpusda)dan Bank Indonesia di Jakarta.

Dalam paparannya, Khofifah menjelaskan industri andalanJatim adalah makanan dan minuman. Diikuti industri tekstil dan alas kaki,industri kertas, industri farmasi, kimia dan tradisional, industri barang darikaret dan plastik, hingga industri alat angkutan.

"Sektor industri unggulan Jatim adalah mamin(makanan-minuman), tekstil dan produk tekstil, dan alas kaki. Sedangkanindustri penunjangnya adalah industri barang modal, komponen, dan bahanpenolong," papar Khofifah dalam siaran pers yang diterima Memo X, Kamis (5/9).

Tak hanya itu, Khofifah menambahkan, untuk industri alaskaki, dirinya memberikan perhatian lebih. Hal ini karena potensi ekspornya saatini cukup tinggi.

Selain itu, industri alat kaki termasuk kategori padat karyadan berada di ring satu. Untuk itu, Khofifah meminta adanya kebijakan daripemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, untuk bisa memberikan insentifmengingat UMR ring satu di Jatim relatif lebih tinggi dari sekitarnya.

Khofifah  menyebut halini harusnya juga berlaku bagi industri di luar alas kaki yang masuk kategoripadat karya serta berorientasi ekspor lainnya.

"Dukungan dari pemerintah pusat ini penting dilakukanuntuk mengurangi adanya mekanisasi, khususnya pada industri padat karya,seperti industri alas kaki. Dengan demikian, kebijakan di ring 1, utamanyaterkait disparitas upah, tetap bisa diikuti industri padat karya,"imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya total kawasan industri di Jatimmencapai 5.066,5 hektare. Salah satu kawasan yang wilayahnya cukup luas adalahPT Java Integrated Industrial Ports Estate (JIIPE) seluas 2.933 ha. JIIPEmerupakan kawasan terintegrasi mulai kawasan industri, hunian, hingga dukunganfasilitas pelabuhan laut.

"Pengembangan kawasan industri di Jatim sebesar31.748,78 ha, yang tersebar di beberapa wilayah Jatim di antaranya Gresik,Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, Lamongan, dan Madiun,"lanjutnya.

Untuk di Jatim, terdapat 7 klaster pengembangan wilayah danpotensi investasi. Salah satunya klaster metropolitan untuk sektor industripengolahan, perdagangan, dan jasa, yang terdiri atas Surabaya, Mojokerto,Gresik, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan.

"Dari klaster-klaster tersebut masih banyak area yang memungkinkan masuknya investor, baik dalam maupun luar negeri. Apalagi kawasan ini juga sudah didukung dengan kapasitas listrik yang memadai, pengolahan limbah, tinggal koneksitas antarkawasan agar lebih efektif-efisien," paparnya.

Sedangkan terkait penerapan Online Single Submission (OSS),Khofifah menyebut pentingnya dilakukan evaluasi penyempurnaan dan penelaahankembali, terutama terkait rekomendasi dinas dan kementerian teknis yang seringkali membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Rekomendasi-rekomendasi yang bisa didapatkan baik daridaerah dan kementerian teknis bisa kita urai. Mana yang bisa dipangkas, manayang wajib, sehingga OSS bisa memberikan signifikansi terhadap kemungkinan PMAmaupun PMDN untuk berinvestasi lebih mudah dan cepat dengan regulasi yang tetapbisa memberi kepastian hukum," pungkasnya. (Ace)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.