07 April 2025

Get In Touch

RSUA Rawat 9 PDP dan ODP Corona

RSUA Rawat 9 PDP dan ODP Corona

Surabaya – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya melakukan rawat inap terhardap 9 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam pengawasan (ODP). Disatu sisi, RSUA juga ditunjuk pemerintah pusat sebagai salah satu tempat pengujian tes corona.

KetuaSatgas Corona RSUA Prastuti Asta Wulaningrum dr., Sp.P.,menjelaskan bahwa 9pasien yang melakukan rawat inap itu dengan rincian PDP 3 orang dan ODP ada 6orang. Mereka dirawat setelah dilakukan pemeriksaan di Poli khusus di RSUA.

Sampaisaat ini, jumlah pasien yang melakukan pemeriksakan diri di RSUA sudah lebihdari 500 pasien. Dengan rerata per hari lebih dari 100 pasien yang melakukantes di Poli Khusus RSUA. “Terima kasih atas animo masyarakat yang sangat tinggiuntuk melakukan tes corona di Poli Khusus RS Unair,” katanya.

Melihatbanyaknya animo masyarakat itu, maka mulai Senin (16/3/2020), pasien yangmelakukan tes di RSUA dibatasi 100 pasien saja. Hal itu, untuk mengoptimalkanlayanan. Tidak hanya itu, dengan 100 pasien per hari bisa meminimalisirterjadinya interaksi antar pasien yang melakukan tes corona di Poli Khusus RSUA.

“Darisekian pasien yang melakukan tes, ada kategori orang-orang sehat tanpa gejala, OrangDalam Pemantauan (ODP), dan Dasien Dalam Pengawasan (PDP). Sebagian besar dari pasienyang melakukan tes corona bisa melakukan rawat jalan,” tandasnya.

Sementaraitu, Direktur RS UNAIR Prof. Nasronuddin mengatakan sebagai salah satu RS yangditunjuk oleh pemerintah dari sekian ratus RS rujukan yang mewakili PTN,pihaknya berusaha memberikan layanan yang terbaik. Namun, jika ada beberapa halyang kurang memuaskan, pihaknya berharap agar masyarakat bisa diterima. Mengingatsituasi ini merupakan kondisi yang tidak lazim.

“Semenjakdibuka lima hari yang lalu sudah ada 500 lebih pasien yang melakukan tes. Danmulai hari ini, kami batasi jumlah 100 pasien per hari untuk tes karenaketerbatasan SDM. Mengingat tenaga terbatas dan peminat banyak. Oleh karena itukami usul ke Dinkes untuk membuat Satgas Gabungan dari berbagai RS di Surabaya.Hal tersebut untuk saling menguatkan dalam memberikan kelayakan pemeriksaan,”katanya.

Dia jugaberharap mudah-mudahan wabah ini segera berakhir dan tentu hal itu bisadilakukan dengan bersama-sama. “Kami dari pihak RSUA tetap berusaha bekerjadengan baik dan tetap benar. Untuk itu, kami mencoba terus melakukan pembenahandan perbaikan dalam memberikan kenyamanan layanan kepada masyarakat,”sambungnya.

JubirSatgas Corona Alfian Nur Rosyid dr., Sp.P, FAPSR.,mengatakanpihak RSUA sudahberusaha maksimal dalam memberikan pelayanan.Diaberharapan mediajuga membantu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Agar kepanikan tidakterjadi.Jangan sampai yang tidakada gejala-gejala dan hanya karena khawatir malah melakukan pemeriksaan diri.Dan justru yang sebenarnya membutuhkan malah tidak bisa karena antri yangpanjang.

“Halitulah yang akhirnya memberikan stigma buruk pada layanan kami.Sekali lagi, kepanikan terjadi karenaketidaktahuan masyarakat. Dan peran media sangat penting untuk memberikanedukasi,” pungasnya. (ufi)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.