06 April 2025

Get In Touch

15 Meninggal Akibat DBD, Kerawanannya Tidak Kalah Dibanding Corona

15 Meninggal Akibat DBD, Kerawanannya Tidak Kalah Dibanding Corona

Surabaya – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jatim sudah mencapai 1.766 kasus hingga bulan Maret Tahun 2020, dari jumlah tersebut 15 kasus diantaranya meninggal dunia. Sementara pada, tahun 2019 lalu, tercatat ada sebanyak 18.393 kasus di Jawa Timur dengan 185 kasus yang berujung pada kematian.

Untuk itu, GubernurJawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jawa Timur melakukanantisipasi komprehensif atas ancaman virus DBD di tengah isu Virus Corona yangmerebak.

Dia menandaskanbahwa virus DBD tidak kalah pentingnya, karena hingga saat ini sudah ada lebihdari 16.000 kasus DBD secara nasional, dengan 100 lebih diantaranya meninggaldunia.  “Jangan sampai masyarakat hanyaterfokus pada isu corona. Sementara DBD yang juga sangat berbahaya malahdianggap sepele,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis(12/3/2020).

DinasKesehatan Pemprov Jatim telah melakukan sejumlah upaya pencegahan agar kasusDBD tak bertambah. Di antaranya melakukan sosialisasi gerakan masyarakat hidupbersih dan sehat (PHBS), optimalisasi Juru Pemantau JentIk (Jumantik),pembagian bubuk abate, dan lain sebagainya. “DBD adalah bahaya laten yangmengancam setiap musim pancaroba hingga musim penghujan,” tuturnya.

Khofifahmengatakan, potensi DBD masih sangat besar mengingat curah hujan saat ini masihcukup tinggi. Untuk itu, Khofifah meminta masyarakat untuk menjaga kebersihandan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serentak dengan cara menguras,menutup dan menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas (3M) barang-barangini dapat menyisakan genangan tempat nyamuk berkembang plus menghindari gigitannyamuk dengan lotion anti nyamuk, pemakaian kelambu, memasang kawat kasa danlain- lain.

“Butuhkepedulian bersama. Selain rumah, tempat lain yang juga harus dijagakebersihannya adalah sekolah, tempat kerja, tempat ibadah dan tempat-tempatumum Fogging (pengasapan) hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, tapi tidakjentik-jentik nyamuknya,” imbuhnya.

Fogging tidakmenjadi alternatif pilihan kecuali ada minimal 3 penderita DBD, dan angka bebasjentik (ABJ) < 95 %.Bila tidak memenuhi syarat tersebut, cukup melakukanpenyuluhan pada warga dan PSN serentak di wilayah tersebut.

Fasyankes diJawa Timur yang terdiri dari 968 Puskesmas, melaksanakan kegiatan promotif npreventif dengan menggerakkan masyarakat dalam PSN serentak dengan 3M plus,serta 385 RS siap dalam memberikan pelayanan pada setiap penderita DBD.

Gubernur Khofifah menghimbau pada masyarakat untuk melakukan PSN serentak seminggu sekali secara rutin, bermutu dan berkesinambungan, segera datang ke Puskesmas/RS bila ada keluhan panas lebih dari 3 hari dan badan lemas, supaya tidak terlambat dalam penanganan. (ufi)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.