06 April 2025

Get In Touch

Ancaman Kanker di Indonesia Semakin Meningkat

Ancaman Kanker di Indonesia Semakin Meningkat

Madiun – Ancaman kanker di Indonesia semakin meningkat, seiring perubahan polahidup masyarakat yang semakin tidak sehat. Hal itu disampaikan Ketua TP. PKKProv. Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak pada acara Pengukuhan Pengurus YayasanKanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Madiun serta Awarness dan Deteksi DiniKanker Leher Rahim di Asrama Haji, Kota Madiun, Selasa (10/3/2020).

Arumi menandaskan, berdasarkan data dari organisasi penanggulangan kankerdunia dan badan kesehatan dunia, diperkirakan terjadi peningkatan kejadiankanker sebesar 300 persen pada 2030. "Mayoritas terjadi di negara-negaraberkembang seperti Indonesia," terangnya.

Kanker Serviks, sebut Arumi, merupakan kanker keempat paling sering dideritakaum wanita dengan perkiraan 570.000 kasus pada 2018. Ironisnya, 6,6 persendari semua kanker di dominasi kaum wanita. Kanker sendiri, adalah masalahkomplek dan merupakan masalah bersama. Penyakit ini telah menyatukan seluruhmasyarakat untuk saling membantu dalam satu gerakan melawan kanker.

"Lewat PKK maupun YKI mari kita saling berempati, saling memotivasidan berperan aktif serta partisipatif. Kepada masyarakat, jangan segan-seganmemeriksakan kesehatan sejak dini agar kanker tidak menjangkiti keluargatercinta kita," jelasnya.

Arumi menandaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya siap mendukungeksistensi YKI Jatim dalam berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Apalagi,menurut Arumi, kiprah PKK Jatim dalam bidang kesehatan sudah banyak dilakukan. Salahsatunya mempelopori dan menggerakkan masyarakat melalui kader PKK mulai tingkatprovinsi hingga tingkat kelurahan. Untuk itulah, PKK Jatim akan selalu siapmemberikan dukungan kepada YKI Jatim.

"Kami siap memberikan dukungan kepada YKI Jatim dan membantupentingnya pengetahuan akan kesehatan. Masyarakat harus memiliki kesadaranmenjaga kesehatan diri sekaligus mengetahui deteksi dini bahaya kanker. Kamimemiliki kader dari tingkat provinsi hingga desa," ujarnya saat memberikanpengarahan.

Ia mengatakan, berbagai macam kader PKK di bidang kesehatan seperti kaderPosyandu, Posbindu, Jumantik dapat memperkuat upaya promotif dan preventif.Terbukti keberadaan para kader PKK cukup efektif menjawab tantangan danpermasalahan kesehatan di masyarakat.

Saat ini, sebut Arumi, pesatnya perkembangan penyakit kronis dan penyakittidak menular banyak menjangkiti masyarakat di Jatim. Oleh karena itu,keberadaan para kader atau relawan paliatif baik di rumah sakit dengankompetensi medis ataupun kader seperti PKK sangat berguna dalam memberipendampingan bagi penderita kanker.

Sementara itu, Walikota Madiun, Maidi berkomitmen ikut terlibat aktifdalam pencegahan penyakit kanker di Madiun. Ke depan, Pemkot Madiun melaluiBPJS Ketenagakerjaan akan mengambil langkah efektif membantu masyarakat kurangmampu yang terindikasi kanker.

Salah satu caranya, yakni lewat sinergi program antara BPJSketenagakerjaan dan YKI Cabang Kota Madiun. Harapannya, penderita kanker bisaterdeteksi sejak dini. Jika perlu, setiap kegiatan di lembaga pendidikanseperti sekolah akan dicek apakah terdapat indikasi kanker atau tidak.

Pada pengukuhan pengurus YKI Cabang Kota Madiun masa Bhakti 2020-2025,Wakil Ketua YKI Jatim Dr. dr Hendrian D Soebagjo mengukuhkan Hj. Yuni SetyawatiMaidi S.Pd M. Pd sebagai Ketua YKI Kota Madiun. (hms/ufi)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.