05 April 2025

Get In Touch

Inggris Genjot Investasi di Jatim, KADIN Institute Siap Bersinergi

Inggris Genjot Investasi di Jatim, KADIN Institute Siap Bersinergi

SURABAYA, LETRA.ID - Pemerintah Inggris terus berusaha meningkatkan kerjasama dengan Jawa Timur (Jatim) di berbagai bidang. Antara lain bidang ekonomi, perindustrian, perdagangan, pariwisata, dan utamanya bisnis dan investasi.

Direktur KADIN Institute Jatim,Jamhadi pun mengaku siap bersinergi untuk menumbuhkan iklim investasi antarapelaku usaha di Surabaya khususnya dan Jatim umumnya dengan PemerintahanInggris. Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri undangan Keuta Besar(Kedubes) Inggris untuk Indonesia,.

“Banyak peluang untuk kerjasama antara Surabaya dengan Inggris, terutama dibidang ekonomi dan pendidikan,” tuturnya menjelaskan hasil pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins. Pertemuan yang bertajuk The BritCham Sizzling Summer Toast, celebrating a 40th Year Of Trading & Investment relationship with Indonesia berlangsung di Mandarin Oriental Hotel Jakarta, Jumat (23/8).

Owen mengungkapkan antusiasmeInggris dalam menjalin kerjasama dengan Indonesia, khususnya pemerintah Jatim.Beberapa kerjasama potensial, antara lain pendidikan vokasi khususnya las bawahlaut,

kursus bahasa inggris bagi gurudan pesantren, penjajakan investasi energy terbarukan dan LRT serta kajianpengolahan limbah. Beberapa item tersebut sudah diikuti penandatangangan NotaKesepahaman (MoU) di bidang pendidikan vokasi, kursus bahasa Inggris sertakajian pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hal ini di ungkapkansaat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah di Gedung Negara Grahadi,Selasa (27/8).

Menurut Owen, banyak perusahaanatau investor yang tertarik berinvestasi di Jatim terutama di bidang energi danpengolahan limbah beracun.“Soal penanganan limbah beracun ini juga menjadiperhatian para ahli di Inggris, jadi kami harap kerjasama ini dapatmeningkatkan kualitas hidup manusia,” katanya.

Di bidang pendidikan, lanjutnya,ada beberapa universitas di Inggris yang tertarik bekerjasama dengan perguruantinggi di Indonesia, salah satunya tentang pendidikan teknik di Jatim. Dirinyaberharap penandatanganan kerjasama ini akan menjadi awal dari banyak kerjasamayang akan terjalin.

Provinsi Jatim sendiri merupakanprovinsi pertama yang dikunjungi Dubes Owen usai ia menjabat sebagai DubesInggris. Selain itu, Dubes Inggris juga menyampaikan ketertarikannya untukberinvestasi solar panel dan pengolahan sampah plastik menjadi energy listrik.“Ini menjadi salah satu solusi dari masalah sampah plastik di Jatim. Merekajuga akan menyiapkan energi terbarukan di Jatim melalui solar panel. Kami akanberkomunikasi dan berkoordinasi dengan staf dari Kedubes serta Deputi InfrastrukturKemenko Perekonomian,” jelasnya.

Terpisah, Gubernur Jatim Khofifahmengundang para investor Inggris untuk bisa berinvestasi di Jatim. Apalagi 29,4persen PDRB Jatim ditumpu dari sektor industri sehingga Jatim sudah masukkategori provinsi industri.

“Kami punya banyak kawasanindustri diantaranya Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagaikawasan industry terintegrasi. Selain itu kami juga sudah memiliki SurabayaIndustrial Estate Rungkut (SIER) serta Pasuruan Industrial Estate Rembang(PIER). Untuk itu kami mengundang para investor untuk berinvestasi di Jatim,”jelasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu diJatim ini menjelaskan bahwa Inggris menyiapkan Rp 50 triliun untuk investasi diIndonesia. Sebagian dari investasi tersebut untuk proyek tambahan Light RailTransit (LRT) di Jakarta, Jawa Barat dan dia berharap juga ke Jawa Timur.Pembangunan LRT di Jatim ini sebagai bagian pengembangan koneksivitas Gresik,Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertosusila).(ist)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.