05 April 2025

Get In Touch

Pengamat : Peta Politik Sidoarjo Mirip dengan Malang.

Pengamat : Peta Politik Sidoarjo Mirip dengan Malang.

Sidoarjo - Pilkada serentak membuat semua pihak saling menuggu baik menungu rekom dari partai politik bagi bakal calon. Begitupun juga masyarakat ingin segera tau siapa calon yang akan menjadi pemimipinya selama lima tahun ke depan.

Misalnya Sidoarjo, dalam peta politik dikuasai oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dibuktikan dengan perolehan kursi DPRD sebanyak 16 Kursi. Hal ini mirip namun tak sama dengan peta politik di Malang dimana PDIP menguasai kursi dewan.

Hal ini di ungkap oleh M. Hamdi Qodir (Gus Hamdi) Dosen Universitas Mojopahit. "Peta politik Sidoarjo ada kemiripan dengan peta politik kabupaten Malang, walaupun tidak sama persis," jelasnya. Sabtu (29/2/2020) saat ditemui lenteratoday.com.

Gus Hamdi Sapaan Akrabnya melanjutkan perbedaan pada partai misalnya. "Dugaan saya, hasil akhirnya kurang lebih akan mirip tapi beda," jalasnya.

Lantas bagaimana? kalau di Malang, potensi sementara berada di PDI P, kalau Sidoarjo berada di PKB. Namun ada sedikit celah untuk Sidoarjo, karena PKB sendiri masih belum merekom calonnya. Bisa saja yang sebelumnya sudah ramai mengaku akan mendapatakan rekom malah tidak mendapatkan rekom, karena rekom belum tahu akan turun ke siapa.

"Tetapi jangan salah, bahwa rekom yang sudah jelas turunpun berdasar tanda tangan sekretaris masih bisa ditarik kembali kok," papar Gus Hamdi yang juga sebagai konsultan politik di Politika Research Center (PRC).

Ia juga mencontohkan kasus menarik kembali rekom yang telah diturunkan oleh DPP PDI Perjuangan yang terjadi di kabupaten Lamongan.

"Seperti kasus di Lamongan misalnya, partai PDIP menarik kembali rekom yang sudah turun. Artinya semuanya bisa saja terjadi terhadap peta politik di Sidoarjo. Kuncinya hanya satu, yaitu segeralah rekom PKB diturunkan untuk memancing serta menstimulus partai yang lain," jlentrehnya.

Hingga saat ini PKB belum melakukan penjaringan, sebelumnya penjaringan dijadwalkan bulan Januari lalu yang rencananya digelar di fave hotel namun tiba tiba dibatalkan hingga saat ini belum ada kabar terkait penjaringan dari partai PKB. Dengan peta seperti ini membuat semua pihak saling berasumsi, semua masyarakat menuggu rekom dari PKB.

"Iya agar lebih gayeng gitu jika itu sudah dilakukan oleh PKB. Karena sampai saat ini, apapun asumsi yang dibangun oleh para calon, tetapi faktanya bahwa partai masih otak atik pasangan Calon," ucap pria mantan wakil ketua DPD. KNPI Prov. D.I. Yogyakarta

Gus Hamdi juga menandaskan, potensi calon jika menggandeng salah satu kader partai, namun tidak bersama dengan partainya, maka potensi ketokohannya akan rapuh. Misal, sekalipun dari PKB, tetapi tidak bersama dengan partai PKB, maka potensi itu tidak ada jaminan.

Karena secara kelembagaan partai sangat masif dan terstruktur walaupun kadang ada intrik diinternal partai. Tetapi tetap potensi kepartaian sangat menentukan terhadap posisi pemetaan politik nantinya. (Pin)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.