05 April 2025

Get In Touch

Balita di Jember Terkunci, Peluk Jenazah Ayahnya 3 Hari

Balita di Jember Terkunci, Peluk Jenazah Ayahnya 3 Hari

Jember- Sepertimukjizat, Nisa bayi berusia 14 bulan bisa tetap hidup selama 3 hari tanpa makandan minum. Dia hidup sendirian di dalam rumahnya, karena ayahnya, Aan Junaidialias Fauzi (40), meninggal. Nisa terkurung di rumah bersama jenazah ayahnya.

Nisa terus menangis dari rumahnya di Perumahan KaliwiningAsri Blok C6, Dusun Bedadang Kulon, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, JawaTimur.

Tangisan Nisa terdengar keras pada Rabu (14/8). Sejumlahtetangga yang mendengar tangisan bocah itu langsung menuju ke rumahnya. Kondisirumah terkunci. Warga kemudian melapor ke polisi dan mendobrak paksa pintu.

Saat itulah diketahui Nisa berada di dalam kamar dalamposisi memeluk tubuh ayahnya yang sudah tidak bernyawa.

"Memprihatinkan tadi itu waktu ditemukan, pak polisiyang menggendong sampai menangis. Karena anak ini 3 hari tidak makan dan minum.Untung masih hidup," cerita Uma Kulsum, seorang warga yang menyaksikankejadian.

Lebih mengharukan lagi, saat ditemukan, di samping jasad ayahnyabalita tersebut terus memeluk ayahnya. Tak kuat menahan haru, polisi dan wargayang mengevakuasi jasad Fauzi juga ikut meneteskan air mata. Balita perempuanitu, hanya bisa memanggil ayahnya dengan suara lirih serta memeluk erat jenazahitu. Bahkan saat bayi diangkat, kulit jenazah yang sudah menghitam menempel dipipi dan pakaian anaknya itu.

Wanita yang juga berprofesi sebagai bidan di PuskesmasRambipuji itu, langsung memberikan pertolongan pertama kepada Nisa. "Tadidiberi air gula dulu, karena anak ini pastinya dehidrasi. Sempat tadi muntahdan langsung dimandikan bersih oleh suami saya. Setelah itu diminumkan susukarena pastinya lapar," ujarnya.

Menurut warga yang lain, Fauzi, selama ini Nisa hanyatinggal berdua bersama ayahnya. Sementara ibunya, sedang bekerja sebagai TKW diTaiwan.

"Terakhir terlihat Pak Fauzi itu malam minggu, waktuitu masih dikirimi nasi berkatan (nasi kotak dari tasyakuran) ke rumahnya.Minggu pagi kayaknya masih terlihat, tapi sore sudah enggak terlihat. Tahu-tahusekarang sudah meninggal," kata tetangga bernama Eny.

Eny mengatakan pada hari Senin (12/8), sempat tercium aromabusuk bau bangkai. "Kata anak saya mencium bau kayak bangkai Saat itu anaksaya main bola di depan rumah. Tapi dikiranya bau bangkai hewan kucing atautikus. Kan perumahan ini dekat sawah."

Menurut Eny, Fauzi dikenal tertutup oleh warga. "Karenamungkin bertato, tapi bukan preman dia. Dulunya setahu saya kerja di pelayaran.Terus memang tertutup orangnya, karena minder mungkin. Juga kerjanya hanyanongkrong, istrinya TKW," ungkapnya.

Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo menduga kematian Fauzi karenasakit. Sebab, Fauzi mempunyai riwayat penyakit diabetes.

"Kalau dari keterangan warga terakhir diketahui, hariSabtu malam masih ada di depan rumah, dan diberi nasi kotak dari tasyakuran.Kemudian Minggu pagi masih terlihat di rumahnya, sore hingga sekarang ini sudahtidak terlihat," terangnya.

Namun untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah korban dibawake RSD dr. Soebandi Jember. "Untuk nantinya dipastikan kematian korban,sembari menunggu istrinya pulang dari luar negeri karena kerja sebagaiTKW," kata dia.Saat ini, Nisa dirawat oleh perawat dari Puskesmas Rambipujisembari menunggu pihak keluarga.(*)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.