
Blitar - Kewaspadaan dini terhadap virus corona terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, diantaranya memantau kepulangan warganya dari luar negeri termasuk berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di bandara.
Hasilnya sejak Januari 2020 lalu sampai sekarang, sebanyak 25 orang masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) Dinkes dan menjalani isolasi keluarga selama masa inkubasi 14 hari.
Disampaikan Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti jika kini kondisinya KKP sudah kuwalahan memantau kedatangan WNI dari luar negeri. "Oleh karena itu Dinkes melakukan pemantauan sampai ke desa atau masyarakat, artinya kalau ada tetangga atau warga disekitar yang baru pulang dari luar negeri diminta untuk segera melaporkan ke perangkat desa setempat," tutur Krisna, Jumat (14/2/2020).
Adapun dari data yang berhasil dihimpun Dinkes sejak 6 Januari 2020 total ada 25 orang yang baru pulang, dari negara yang terpapar virua corona. Rinciannya Malaysia : 14 orang, Hong Kong : 8 orang, Taiwan : 1 orang, Singapura : 1 orang dan China : 1 orang.
Mereka tersebar di 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Wlingi, Binangun, Sutojayan, Kademangan dan Sanan Kulon.
Perlakuan Dinkes terhadap 25 orang yang termasuk ODP tersebut berbeda-beda, tergantung dari kondisinya saat tiba di Indonesia.
Seperti 1 orang mahasiswa dari Kecamatan Binangun yang datang dari Guangzhu, China pada 28 Januari 2020 lalu, sesuai info dari KKP kondisinya sehat. "Petugas langsung mendatangi melakukan Penyelidikan Epidemologi (PE), hasilnya sehat tapi tetap diminta
selalu pakai masker. Tidak pergi kemana-mana, termasuk ke kerumunan orang banyak. Selama 14 tidak boleh kemana-mana," ungkap Krisna.
Karena kepulangan mahasiswa ini, bersamaan dengan ke Natuna. Tapi dia biaya sendiri, sehingha terus dipantau kondisinya sampai 14 hari kedepan tetap sehat atau memburuk.
Selain mahasiswa dari Guangzhu, China, Dinkes memantau secara khusus 1 orang warga Kecamatan Wlingi yang baru pulang dari Malaysia pada 21Januari 2020 kondisinya sehat. "Tapi pada tanggal 28 Januari terkena flu, sesuai info dari masyarakat. Setelah didatangi petugas Puskesmas setempat, diperiksa hasilnya hanya flu biasa," beber Krisna.
Serta yang terakhir datang pada 2 Pebruari 2020 lalu, 1 orang TKW dari Hongkong warga Kecamatan Sutojayan.
Kondisi waktu datang sehat, tapi pada 12 Pebruari terkena flu. "Sampai mengalami faringitis atau suaranya habis tidak bisa bicara, padahal statusnya masih Orang Dalam Pemantauan," tandas Krisna.
Setelah diperiksa, ternyata flu biasa tidak sampai sesak nafas. Bahkan terakhir diperiksa sudah membaik, tidak demam dan tidak sesak nafas. "Orang ini yang sempat akan dirujuk ke RS, tapi karena kondisinya membaik tidak jadi," terangnya.
Ditambahkan Krisna keputusan akan mengkarantina atau tidak, semuanya sesuai arahan dari Dinkes Provinsi Jatim. Pihaknya selalu koordinasi, serta melaksanakan petunjuk dan saran dari provinsi. "Karena ada hal penting yang ada pada orang tersebut, kalau gejalanya ada baru dikirim sample cairan ke laboratorium di Jakarta," imbuhnya. (ais)