KEJUTAN datang saat Koordinator PPKM Jawa-Bali sekaligus Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan akan mengeluarkan indikator kematian corona dari update data pemerintah. Kritikan pun mengalir mulai dari orang awam hingga para pakar. Seolah-olah, abakadabra! masalah tingginya kematian akibat Covid-19 di RI bisa langsung teratasi dengan langkah ini. Saat dicek website resmi Satgas Covid-19, Rabu (11/8), data kematian total dan baru masih dicantumkan. Penambahan kasus meninggal memang masih besar sebanyak 1.579 jiwa, sehingga total 112.198 warga kehilangan nyawa selama pandemi. Sementara pemerintah ‘meluruskan’ informasi, dengan menegaskan bila tidak dirilisnya data kematian hanya sementara. Alasannya, sedang dilakukan clean up karena input yang tidak update menimbulkan distorsi penilaian. Para ahli pun menegaskan, bila data kematian ‘hilang’ hingga waktu yang tidak ditentukan, maka bahaya fatal mengancam penanganan corona di negeri ini. Sebab, data kematian adalah indikator kunci penanganan wabah. Untuk merumuskan intervensi dari hulu hingga hilir serta menilai derajat keparahan. Bisa ditebak apa yang terjadi bila pegangannya tidak ada: ambyar! BACA BERITA LENGKAP, DOWNALOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/08/12082021-1.pdf
[3d-flip-book id="61606" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/08/12082021-1.pdf">