
Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkanpada tahun 2024 semua bidang tanah di Jatim sudah tersertifikat. Hal itu disampaikan saat mendampingi PresidenRI, Joko Widodo menyerahkan 2.020 sertifikat tanah para warga di Gresik, Senin(27/1/2020).
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga meminta agar sertifikatyang sudah diterima warga digunakan sebagaimana mestinya. Sertifikat bisadigunakan untuk agunan. "Sertifikat bisa digunakan untuk meningkatkan danmemberdayakan ekonomi masyarakat," jelasnya
Secara keseluruhan pada tahun 2019 sudah ada 11.200.000bidang tanah yang sudah disertifikatkan. Namun, masih ada 9,4 juta bidang tanah yang belum bersertifikat.Sementara itu, di Kab. Gresik 51 persen tanah sudah terdaftar. Masih ada 383ribu bidang tanah yang sedang disertifikatkan. Targetnya empat tahunmendatang sudah selesai semua.
Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo mentatakan bolehsaja sertifikat dijadikan agunan, namun hanya untuk modal usaha, investasi danmodal kerja. "Sertifikat tanah, jangan diagunkan hanya untuk. konsumtifseperti membeli mobil. Gunakan untuk usaha, baru keuntungan dari usaha tersebutdigunakan untuk membeli mobil dan kepentingan lain," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata RuangIndonesia Sofyan Djalil menegaskan seluruh tanah di Jatim ditargetkan akanbersertifikat semua pada Tahun 2024. Target tersebut merupakan perintahPresiden RI yang wajib dilaksanakan." Masyarakat harus bersabar karenaproses sertifikasi tanah terus dilakukan sampai tuntas," jelasnya.
Masyarakat yang sudah memiliki sertifikat, diminta untukberhati-hati dalam penggunaannya. Sebagai contoh apabila digadaikan dibank. Masyarakat harus menghitung denganrinci dan diukur berapa keperluannya, dan kemampuan membayar tiap bulannya.Apabila tidak bisa membayar angsuran tiap bulan, maka tanah akan hilangdan dilelang bank. "Gunakansertifikat untuk modal usaha, jangan untuk konsumtif," lanjutnya.(ist/ufi)