Tersangka Penyelundup Sabu dalam Cabe ke Lapas Jombang Baru 6 Bulan Bebas dari Penjara

JOMBANG (Lenteratoday) - AR, tersangka penyeludup narkotika jenis sabu dalam buah cabai rawit ke Lapas Klas IIB Jombang dijebloskan ke sel tahanan Polres Jombang untuk proses hukum lebih lanjut. Tersangka warga Desa Sambong Kecamatan Jombang kota merupakan seorang resedivis kasus yang sama dan baru sekitar 6 bulan menghirup udara bebas.
Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Mochammad Mukid mengatakan, AR sebelumnya ditangkap sekitar 18 bulan yang lalu karena kasus peredaran pil dobel L. Dia kemudian divonis 1 tahun penjara dan ditahan di Lapas setempat.
"Baru keluar bui sekitar 6 bulan lalu sekarang tertangkap lagi kasus penyelundupan cabai berisi sabu ini," ungkap Mukid, Kamis (27/5/2021).
Seperti diketahui, AR dibekuk setelah terbukti membawa paket sabu yang dimasukkan ke dalam cabai rawit ke Lapas Jombang, pada Selasa, 25 Mei 2021 lalu. Sabu seberat total 6 gram yang dikemas dalam plastik dan dimasukkan ke dalam 18 buah cabai ini terungkap setelah petugas mencurigai sebuah cabai dalam kondisi terkelupas. Sedianya bungkusan cabai narkoba itu akan dikirim ke dalam salah satu warga binaan di dalam Lapas berinisial DK.
Setelah diperiksa seluruh barang bawaannya, ternyata terdapat 18 buah cabai yang didalamnya terdapat narkotika itu. Modusnya, sabu yang dikemas dalam plastik kecil itu dimasukkan ke dalam cabai yang telah dibuang bijinya. "Lalu ujung dan pangkal buah cabai dilem sehingga tertutup lagi," tandasnya.
Mukid mengatakan, AR sendiri mengenal DK saat keduanya sama-sama menjadi narapidana di dalam blok narkoba. AR bebas terlebih dulu, sedangkan DK masih menjalani masa hukumannya. Namun, komunikasi keduanya masih tersambung. AR lantas dihubungi oleh DK dan diminta mengambil paket haram itu di kawasan jalan yang ada di kelurahan Kaliwungu Jombang. Selain cabai, adapula nasi dan lauk pauk yang dikirim oleh seseorang yang ditemui oleh AR itu.
"Pengendalinya DK, AR ini kurir namun dia tahu kalau isinya cabai itu sabu," ungkapnya.
Mukid mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan konfrontir dan mengejar pemasok barang haram itu. Atas perbuatanya AR terancam 20 tahun penjara. "Kami jerat dengan pasal 114,112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," pungkasnya. (gos)