
AMSTERDAM (Lenteratoday)- Massa membakar sebuah pusat tes corona di Belanda . Peristiwa tersebut terjadi saat gerakan antilockdown meluas dan membuat chaos situasi Belanda.
Di tengah situasi memanas, muncul video yang dikirim dari Urk, 80 kilometer dari Amsterdam, Senin (25/1/2021). Video itu menunjukkan massa merusak pusat tes corona dengan cara melempar batu ke arah gedung. Setelah berhasil merusak massa kian beringas. Mereka membakar bangunan tersebut.
Demo memang menghantam Belanda sejak pekan lalu. Warga menolak lockdown di berbagai kota. Bahkan pada Minggu (24/1/2021), demo di Belanda berujung bentrok dengan kepolisian serta penjarahan. Polisi dan pemerintah daerah setempat naik pitam atas kejadian itu yangdiduga terjadi pada Sabtu (23/1/2021) itu.
"Ini tak bisa diterima," kata pernyataan bersama kepolisian dan otoritas kesehatan lokal, dari AFP. "Ini juga seperti menampar wajah kami, khususnya bagi otoritas kesehatan yang bekerja di sana serta menyelamatkan warga Urk," sambung mereka.
Agar kejadian serupa tak terulang Belanda memperketat jam malam dan lockdown. Orang-orang yang melanggar jam malam dari pukul 21.00 sampai 04.30 akan mendapat ratusan Euro. Sampai akhir pekan lalu Belanda sudah menjatuhkan denda kepada 3.600 lebih pelanggar jam malam.(ist)