
[JAKARTA] Lenteratoday -Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Minggu (24/1/2021) mengatakan bahwa dirinya terbukti positif mengidap virus corona.
Presiden mengalami gejala ringan Covid-19 dan kini sedang menjalani perawatan medis, menurut pengakuannya.
Mexico menghadapi gelombang kedua pandemi, dengan total kematian COVID-19 di negara tersebut akan menyentuh tonggak sejarah yang kelam, yakni 150.000 kematian yang diperkirakan dalam beberapa hari lagi.
"Seperti biasa, saya optimistis (situasi akan membaik)," tulis presiden berusia 67 tahun itu melalui akun Twitter.
Sebelumnya, varian atau jenis baru dari virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris telah ditemukan di Meksiko utara.
Para pejabat kesehatan Meksiko mengatakan bahwa temuan kasus infeksi virus corona varian baru itu menambahkan lapisan baru keprihatinan pada wabah nasional yang sudah parah.
Konfirmasi dari varian baru virus corona yang sangat menular menandai pertama kalinya virus itu ditemukan di Meksiko, yang merupakan salah satu negara yang mengalami pandemi Covid-19 dengan jumlah kematian tertinggi keempat secara global.
Seorang pria Inggris berusia 56 tahun yang terbang pada 29 Desember dari Mexico City ke kota Matamoros, tepat di sebelah selatan perbatasan Amerika Serikat-Meksiko, ternyata positif terjangkit varian baru virus corona tersebut.
Puluhan penumpang dalam penerbangan Mexico City-Matamoros yang sama dengan pria itu sejauh ini belum diidentifikasi, kata para pejabat, sementara sisanya 45 penumpang penerbangan semuanya dinyatakan negatif, termasuk awak pesawat.
Pria Inggris itu tetap dirawat di rumah sakit di Matamoros, dan dipasangkan ventilator.
Namun, para pejabat tidak menyebutkan bahwa segala bentuk pelacakan kontak atau pengujian telah berjalan pada para penumpang dalam penerbangan Amsterdam-Mexico City.
Varian baru virus corona yang bersifat menyebar cepat juga telah ditemukan di Afrika Selatan dan Australia. Hal itu mendorong pihak berwenang untuk mengambil tindakan yang lebih agresif untuk mencegah penularan yang lebih besar karena negara-negara di seluruh dunia masih terus berjuang untuk mengatasi pandemi virus corona (Ant).