19 April 2025

Get In Touch

Ponorogo Zona Merah: Angka Kematian di Atas Nasional, Didominasi Klaster Keluarga

Satgas Covid-19 saat melakukan pemakaman pasien positif Covid-19. (Foto;istimewa)
Satgas Covid-19 saat melakukan pemakaman pasien positif Covid-19. (Foto;istimewa)

PONOROGO (Lenteratoday) – Kabupaten Ponorogo masuk zona merah atau berisiko tinggi penularan virus Covid-19. Menurut catatan, klaster yang mengalami lonjakan kasus tinggi adalah klaster keluarga. Tak hanya itu, angka kematian pasien corona di Kabupaten Ponorogo di atas rata-rata nasional.

“Dalam satu setengah bulan terakhir, kondisi Covid-19 di Kabupaten Ponorogo cukup mengkhawatirkan. Angka kematian kami di atas rata-rata nasional dan angka kesembuhan kami di bawah nasional,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Rahayu Kusdarini, Selasa (19/1/2021).

Ia mengatakan, angka kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Ponorogo mencapai 5,29 persen. Dibandingkan dengan rata-rata nasional yang mencapai 3,12 persen, maka Kabupaten Ponorogo memiliki angka yang lebih tinggi kematian pasien Covid-19.

Sementara untuk angka kesembuhan pasien kasus Covid-19 di Kabupaten Ponorogo 70 persen. Kondisi ini menunjukkan kesembuhan pasien Covid-19 di Ponorogo masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 80 persen.

Hingga Senin (18/1/2021) malam dilaporkan kasus positif Covid-19 di Ponorogo mencapai 1.632 orang. Dari jumlah itu, 1.243 dinyatakan sembuh, 86 meninggal dan 303 masih menjalani isolasi.

Rahayu menyebutkan, pasien positif Covid-19 yang meninggal tidak hanya dari kalangan manula saja.   Beberapa hari ditemui pasien positif Covid-19 dengan usia 28 tahun juga meninggal. “Artinya bukan jaminan yang masih muda terus terkena covid terus tidak meninggal. Siapapun bisa terkena covid dan siapapun bisa meninggal. Untuk itu mohon kesadaran masyarakat kalau covid ini nyata dan covid ini bisa fatal," ujar dia.

Kondisi itu, kata Rahayu, harus menjadi perhatian bukan hanya dari pemerintah dan aparat saja. Kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan harus makin ditingkatkan agar penularan Covid-19 dapat terkendali. “Kami tidak bosan-bosannya mengajak masyarakat untuk makin disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tetapi, kalau masyarakat tetap abai, maka upaya kami tidak akan optimal,” ungkap Rahayu.

Apalagi, menurut Rahayu, klaster keluarga mendominasi kasus penyebaran Covid-19."Dari setiap kasus yang baru itu didominasi berawal dari kontak erat yang sebagian besar adalah dari keluarganya sendiri," ucap Irin, sapaan akrab Rahayu.

Dari catatannya, tambahan kasus terbanyak yang bermula dari kontak erat adalah sebanyak 37 kasus.Tambahan tersebut terjadi pada Minggu (17/1/2021)."Pada hari itu juga terjadi tambahan kasus terbanyak selama Covid-19 masuk ke Ponorogo yaitu 66 kasus dalam sehari," lanjutnya.

Menurut Rahayu, Satgas Covid-19 Kabupaten Ponorogo sudah melakukan berbagai upaya untuk memotong mata rantai penularan corona. Salah satunya dengan menyiapkan rumah karantina dengan kapasitas 70 tempat tidur. Rumah karantina itu diperuntukkan bagi warga yang positif Covid-19 namun hanya diberlakukan isolasi mandiri.(ist)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.