
SURABAYA (Lenteratoday)-Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo kembali digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Pada penyelenggaraan tahun ke-11 ini, KMI Expo digelar secara online karena pandemi Covid-19 masih menghantui negeri ini.
Sebanyak 8 tim dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil lolos ke tahap berikutnya. Salah satunya adalah Tim Prisma yang turut memamerkan produk secara offline, Jumat-Sabtu, (4-5/12) bertempat di Gedung Graha Prof. Roeslan Abdulghani. Tim Prisma beranggotakan 3 orang mahasiswa, yakni Amelia Zulita Purnama Sari, Ainaya Erlina Sari dan Hendy Octaviano Sutjipto.
Amelia dan timnya mengangkat produk wadah tisu yang dibuat dari limbah ampastebu dan daun bintaro. Dia menuturkan, ide tersebut muncul sejak pertengahan 2019, “Awal muncul ide berawal dari Hendy, salah satu anggota tim kami yang menyarankan untuk memanfaatkan limbah.” Amelia menambahkan keikutsertaan timnya dalam KMI juga berawal dari tugas mata kuliah kewirausahaan, “Kemudian Hendy juga mengajak kami untuk mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa dengan ide PRISMA ini juga.”
Lebih lanjut Amelia menyebutkan alasan pemilihan limbah, “Ampas tebu dan buah bintaro banyak yang terbuang percuma di jalanan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, jadi bisa dijadikan peluang bisnis.”
Pemanfaatan limbah tersebut, imbuh Amelia, guna mendukung produk yang ramah lingkungan, “Ampas tebu biasanya oleh pedagang es tebu dibuang ke sungai. Maka kami berinisiatif untuk membuat produk yang bernilai guna dari ampas tebu yang awalnya hanya dianggap sebagai sampah dan terbuang percuma.” Adapun resin dan katalis digunakan sebagai bahan sampingan untuk merekatkan limbah yang dibuat produk.
Amelia mengaku sempat mengalami kendala selama mempersiapkan timnya untuk berpartisipasi dalam KMI EXPO, “Saat ini musim hujan, sehingga dalam proses pengeringan membutuhkan waktu yang lumayan lama dan peralatan kami masih menggunakan peralatan manual. Sebelumnya sudah merencanakan di salah satu usaha kecil di Jombang untuk membuat cetakan namun tidak bisa.”
Dia menambahkan, “Di sesi presentasi kemarin salah satu dari kami tidak bisa membantu dalam proses presentasi karena terkendala sinyal yang kurang stabil.”
Meski belum menjadi salah satu pemenang, Amelia bersama Tim PRISMA tidak akan berhenti untuk berinovasi, “Tidak apa-apa gagal setidaknya kalian memiliki pengalaman dan jangan mudah menyerah, terus mencoba. Kami akan mengembangkan produk baru seperti tempat pensil, vas bunga, jam dinding, hiasan, holder HP dan souvenir.”
Ke depan, dia dan timnya berencana untuk mengikuti kompetisi di bidang kewirausahaan lainnya, “Semoga kelolosan kami dapat menjadi pemacu semangat dari mahasiswa/i Untag Surabaya untuk mengikuti lomba-lomba.”(hum)