05 April 2025

Get In Touch

Rencana Sekolah Tatap Muka, DPRD Surabaya Minta Secara Bertahap

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah,
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah,

SURABAYA (Lenteratoday) - Pemerintah Kota Surabaya telah berencana membuka sekolah tatap muka ditengah masa pandemi. Gelaran simulasi yang melibatkan siswa SMP juga sudah dilakukan. Tentunya hal ini mendapat sorotan dari Ketua Komisi D DPRD Surabaya yang meminta sebaiknya sekolah tatap muka dilakukan secara bertahap bukan serentak.

“Masa transisi sesuai SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 menteri selama 2 bulan kemudian dilakukan evaluasi, bagaimana hasilnya. Kemudian tahap berikutnya adalah kebiasaan baru,” ujar Ketua Komisi D Khusnul Khotimah, Kamis (10/12/2020).

Menurut Khusnul proses ini tidak cepat, melainkan butuh waktu yang lama menuju kepada kebiasaan baru. Khusnul juga mengatakan, masa transisi itu diantaranya, siswa yang masuk sekolah tatap muka dibatasi hanya 50 persen dari total jumlah siswa di kelas. Sedangkan waktu belajar juga dibatasi selama 2 sampai 3 jam.

Selain itu kepala satuan pendidikan, staf pengajar dan siswa harus menjalani swab test. “Mereka tidak dibolehkan masuk kalau hasilnya positif,” ungkapnya.

Menurut Khusnul sekolah tatap muka merupakan kewenangan kabupaten/kota sesuai SKB 4 menteri tertanggal 20 November 2020. “Tapi harus tetap memperhatikan rekomendasi dari gugus tugas penanganan Covid-19. Apakah zona kecamatan sudah orange atau hijau. Selain itu memperhatikan pendapat dari orang tua murid dan komite sekolah,” jelasnya.

Khusnul bisa memahami kebijakan Pemkot Surabaya yang berencana membuka sekolah tatap muka. “Pemkot harus mencari alternatif ketika anak-anak sudah jenuh dengan pembelajaran dirumah. Pemkot Surabaya diharapkan punya strategi untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut,” pungkasnya. (Ard/Adv).

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.