04 April 2025

Get In Touch

Lolos KRI 2020, Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Robot Pasien Covid-19

Lolos KRI 2020, Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Robot Pasien Covid-19

SURABAYA (Lenteratoday)- Pandemi Covid-19 tidak menghalangi generasi muda untuk berpretasi. Bagi 6 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, wabah ini malah memacu untuk terus berinovasi. Tujuannya satu, bersama-sama membantu bangsa untuk ‘berperang’ melawan corona,

Mereka adalah Muhammad Choyrul Anam dari Fakultas Teknik dan lima mahasiswa Fakultas Vokasi yaitu Nugroho Dwi, Fuad Fuji Santoso, Astra Nico Prastyo, Dedi Wahyu Ashari dan Nazzun Fahmi Haryanto. Keenamnya tergabung dalam tim SIOLA dan menjadi satu dari 25 tim yang lolos ke babak final Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 untuk kategori Kontes Robot Tematik Indonesia.

Robot yang diberi nama SIOLA dikerjakan hanya dalam 5 minggu. “Awal September sampai minggu pertama November itu kami mulai membuat robot” jelas Ketua Tim SIOLA, Muhammad Choyrul Anam.

Robot yang dibuat ini beroperasi dengan 3 baterai berdaya 12 volt dan dioperasikan secara nirkabel melalui stik wireless untuk mengontrol robot. “Robotnya sendiri kami rancang dengan tinggi 1,25 meter, lebar 65 cm dan panjang 85 cm. Bisa menampung beban manusia maksimal 150 kg. Untuk daya sendiri, menggunakan baterai yang bisa dicas jadi tidak harus beli baterai terus,” terang mahasiswa semester 5 ini.

Kontes Robot Indonesia rutin digelar setiap tahunnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI. Dalam suasana pandemi Covid-19, kontes ini tetap dilakukan meski secara daring. Covid-19, merupakan tema yang diusung pada tahun ini, “Jadi setiap tahun memang mengangkat isu hangat yang terjadi di Indonesia. Karena tentang Covid-19, panitia memberi tugas agar robot yang dibuat bisa memindahkan pasien positif Covid-19 dari satu ranjang ke ranjang lain tanpa adanya kontak fisik antara  pasien dan tenaga medis. Semua tahapan penilaian, mulai seleksi sampai final kemarin, semuanya online.” jelas pria yang akrab disapa Anam.

Meski kontes secara daring, namun persiapan yang dilakukan matang dan kreatif. Terhitung mulai memasukkan proposal pada bulan Agustus, dan diumumkannya pada bulan Agustus juga, tim ini segera dengan sigap merakit robot. “Sejak bulan Agustus kami mendaftarkan proposal, diumumkan lolos pada 24 Agustus, kami mulai mempersiapkan dan merancang robot. Finalnya tanggal 20 November kemarin, ada tanya jawab dengan dewan juri. Nggak menyangka juga bisa lolos. Walaupun belum menjadi pemenang, tapi bangga bisa lolos ke nasional.”

Berbekal optimisme dan bangga, mereka ingin terus membanggakan almamater dengan karya-karya kreatifitas robot dan berencana untuk ikut kompetisi robot lainnya dan tahun depan ingin ikut KRI 2021.(hum)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.