
KEDIRI (Lenteratoday) - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar didampingi Tim Smart City Kota Kediri melakukan Evaluasi Tahap 1, Gerakan Menuju 100 Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia, Kamis (26/11/2020). Evaluasi dilakukan secara virtual dibantu para tim assesor evaluasi Smart City. Dengan Smart City ini kota kediri diharapkan cerdas dalam menyelesaikan masalah.
Wali Kota Abu Bakar mengungkapkan hasil evaluasi Tahap 1 Smart City ini menegaskan kembali komitmen menjadikan Kota Kediri smart sejak awal menjabat. Beberapa program dibuat untuk mengatasi segala permasalahan yang ada di Kota Kediri dan diselesaikan juga secara smart.
“Contohnya saja Kota Kediri telah berkolaborasi dengan perguruan tinggi membuat Kampung Senyum Kelurahan Pocanan, Mrican dan Ngletih dan Kampung IVA yang pilot project-nya Kelurahan Campurejo. Selain perguruan tinggi, SMK di Kota Kediri juga dilibatkan dalam even tahunan Dhoho Street Fashion untuk membangun ekonomi dan branding Kota Kediri,” ujar Abu Bakar.
Turut hadir dalam acara ini Plt Asisten Administrasi Umum Chevy Ning Suyudi, Ketua Tim Assesor Evaluasi Smart City Wikan Danarsunindyo, anggota tim assesor Farid Subkhan, Philip Gobang, Lukito Edi Nugroho, Bambang Dwi Anggono, Dwi Martina, dan Nova Zanda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Smart City Kota Kediri, Pelaku UMKM, Komunitas, Perguruan Tinggi, sekolah, Penyandang Disabilitas, masyarakat yang join melalui Aplikasi Zoom.
Lebih lanjut walikota menjelaskan, di masa pandemi seperti ini, banyak inovasi dibuat Kota Kediri salah satunya dalam hal bantuan sosial. Diuraikan, awal pandemi banyak daerah yang disibukkan terkait bantuan sosial, namun Kota Kediri telah bekerjasama dengan bank untuk menyalurkan bantuan sosial melalui peluncuran kartu sahabat. Dimana, datanya terintegrasi dengan DTKS dan NIK Dispendukcapil.
Selain itu, ada program Si Jamal yang menggandeng lembaga amal untuk membantu meringankan beban sesama yang kekurangan karena terdampak Covid-19. Karena banyak masyarakat pendapatannya menurun bahkan ada juga yang kehilangan pekerjaannya.
Guna tercapainya program Smart City di Kota Kediri, ada 6 pilar yang terdiri dari Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment yang harus direalisasikan.
Pertama Smart Governance, pemerintah harus dapat memfasilitasi perubahan, dan perkembangan sosial dengan baik. Contohnya di Kota Kediri membuat beberapa aplikasi seperti cek bansos, Pecut, tilang Covid-19, Sakti, E-BPHTB, dan aplikasi SIE.
Kedua Smart Branding, Kota Kediri membuat event menarik untuk mengenalkan kota seperti Dhoho Street Fashion, Musik Virtual dan lainnya serta membuat program kampung keren, jamu dan kampung tenun. Ketiga , Smart Economy program-program untuk mendorong pertumbuhan ekonomi seperti UMKM go to marketplace, fasiltas kemudahan akses modal kerja, bansos, padat karya, kartu sahabat dan lainnya.
Selanjutnya, pilar keempat Smart Society, Kota Kediri juga membuat program english massive, quran massive, Si Jamal, Genibudujari, posko isloasi mandiri, dan lainnya. Pilar kelima Smart Environment, Kota Kediri membuat Perwali tentang pengendalian penggunaan wadah plastik untuk mengurangi sampah plastik yang susah diuraikan, membuat TPA regional, bank sampah dan sebagainya.
Pilar terakhir Smart Living, Kota Kediri membuat program untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat seperti gemakiba, angkutan gratis, bus sekolah, aktivitas ruang terbuka hijau, kampanye gemarikan, senam ibu hamil dan masih banyak. Keenam pilar tersebut masing-masing memiliki perannya masing-masing dan saling keterkaitan satu dengan yang lain.(gos)