
MALANG (Lenteratoday) - Walikota Malang, Sutiaji tak sejalan dengan DPRD terkait rem trem di lokasi pembangunan Malang Heritage kawasan Kayutangan. Walikota ingin rel trem tetap nampak untuk dijadikan wisata edukasi, sementara DPRD ingin rel tersebut kembali diurug.
Rel trem peninggalan era Hindia Belanda ditemukan saat pembangunan Malang Heritage. Rel trem ini ditemukan terpendam di simpang empat Rajabali, Kota Malang ketika pengerukan tanah dilakukan. Berdasarkan sejarah yang dikuak oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang, rel trem ini diresmikan sekitar tahun 1903.
Sutiaji mengaku sudah mendapatkan beberapa masukan dari PT KAI terkait pemanfaatan penemuan rel trem tersebut.
"Beberapa masukan diantaranya untuk dikasih kaca biar klihatan dengan ketebalan tertentu. Ada di luar negeri (pesannya) tapi tidak mungkin dalam waktu dekat itu bisa ngambil opsi yang itu," jelas Sutiaji, Selasa (17/11/20).
Secara pribadi Sutiaji ingin jalur rel trem dipasang batu andesit dan diberi penanda dan keterangan. Selain itu nantinya, kata walikota, batu andesit tersebut dicat dengan warna berbeda dengan warna jalan, agar tidak membahayakan pengendara.
"Saya minta ada andesit batu, tapi warnanya harus beda untuk menunjukkan disini dulu ada namnya rel trem. Setelah itu langsung dicatat bangunan sejarahnya," jelas Sutiaji.
Kendati demikian semua usulan tersebut hanya sebatas saran dan belum keputusan final dari Pemkot Malang. Sutiaji mengaku hingga saat ini pihaknnya masih menunggu kemungkinan dua rekomendasi antara ditimbun kembali atau diabadikan untuk wisata edukasi heritage kawasan Kayutangan. (Sur)