
JEMBER (Lenteratoday) - Debat Publik Pilkada Jember yang berlangsung Minggu (15/11/2020) malam di studio televisi swasta di Surabaya berlangsung kompetisi yang ketat. Paslon nomor urut 1 Faida-Vian, Paslon nomor urut 2 Hendy-Gus Firjaun dan Paslon nomor urut 3 Salam-Ifan mengeluarkan masing-masing argumentasi dan visi misinya untuk menarik simpati para pemilih Jember.
Namun dari dua jam debat berlangsung dengan Tema Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah di Tengah Pandemi Covid-19, pengamatan Lenteratoday.com tertuju pada beberapa hal penting materi pada Segmen ketiga yakni debat terbuka antar pasangan calon.
"Berbicara soal pertanian, saya sejak kecil sudah tahu dunia pertanian. Sampai saat ini fakta yang ada di lapangan, pupuk sulit dan ketika panen, harga anjlok. Seharusnya kita punya BUMD untuk stok pupuk pertanian agar tidak langka, termasuk terobosan pupuk organik," timpal Cabup Abdussalam alias Cak Salam.
"Saya merujuk pada APBD Jember selama lima tahun ini, anggarannya sangat minim sekali pada sektor pertanian, bagaimana memberikan solusi bagi pertanian dan petani jika anggaran terlalu kecil, persoalan pertanian hanya menjadi komoditas politik, namun selama ini tidak ada solusi yang baik bagi petani," tandas Cawabup Ifan Ariadna, menjawab pertanyaan cabup Faida-Vian terkait soal pertanian.
Sedangkan Cabup Hendy-Gus Firjaun menyampaikan, sebenarnya masih banyak sumberdaya alam yang bisa dimaksimalkan selain pertanian. "Dengan perencanaan yang bagus dan sesuaikan keinginan masyarakat, kami akan bersinergi dan berkolaborasi dan percepatan dan masyarakat mendapatkan manfaatnya," kata Cabup Hendy. "Kedepan kami yakin akan ada alternatif yang lain untuk mengatasi persoalan pertanian khususnya di Kecamatan Silo, tidak melulu soal tambang disana," tambah Cawabup Gus Firjaun.
Selanjutnya pada Segmen keempat juga nampaknya debat cukup panas yang membahas persoalan pengentasan kemiskinan. "Saya kurang setuju dengan menyematkan kemiskinan di Jember. Rakyat miskin itu tidak ada, yang ada adalah rakyat yang tidak terurus. Kami akan menggali dan memaksimalkan semua potensi yang ada di Jember, mudah-mudahan tidak ada kemiskinan," timpal Cawabup Ifan atas pertanyaan Cabup Hendy. Cabup Hendy menekankan pengentasan kemiskinan pada pemenuhan padat karya dalam mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan serta up date data persoalan kemiskinan.
"Kita akan memperbaiki data penduduk miskin, kita libatkan RT dan RW bantuan sosial dan batuan usaha agar tepat sasaran. Persoalan pertanian sangat potensial untuk dikembangkan, ada sekitar 500 ribu lapangan kerja," ujar Cabup Salam. "Persoalan pertanian kita berharap agar saat panen, petani bisa tersenyum. Jember punya sektor perkebunan dan wisata juga perlu dikembangkan," timpal Cawabup Ifan.
Selanjutnya Cabup Hendy juga mempertanyakan soal tata kelola pemerintahan dengan adanya nilai silpa anggaran yang tinggi serta penilaian disclaimer dari BPK RI selama dua tahun terakhir. "Siapakah yang bertanggungjawab persoaln ini ?," tanya Cabup Hendy.
Cabup petahana Faida giliran menjawab. "Segala sesuatu yang berjalan di pemerintahan ada SOP-nya. Juga ada indek dan ilmunya. Penanggungjawab utamanya adalah Bupati. Soal disclaimer, ada sisi adminstrasi dan integrasi. Opini disclaimer ada data yang kurang lengkap, ada kurang volume dari pihak ketiga, ada hitungan intensif bagi bupati dan lainnya. Kedepan akan tertib administrasi dan transparansi," jawab Cabup Faida. Jawaban Cabup Faida itu dimentahkan oleh Cabup Hendy. "Kesalahan (disclaimer dan silpa) itu berakibat pada kami sebagai masyarakat. Masak seperti ini mau dilanjutkan ?," timpal Cabup Hendy. "Kenapa Silpa ini makin tahun meningkat tiap tahun, ini artinya menunjukkan sesuatu yang salam dalam tata kelola pemerintahan Jember," tandas Cawabup Gus Firjaun.
Pada akhir sesi setiap paslon mengutarakan pernyataan penutup. Namun yang cukup menarik perhatian yakni paslon Salam-Ifan yang kemudian melepas jaketnya masing-masing berwarna merah dan kuning dengan nampak jelas pada kaos mereka ada tulisan "Petani Penting dan UMKM Berdaya,".
"Membeli putu di pasar sempolan, minum wedang mengusir dahaga. Pilih nomor satu Faida- Vian, rakyat menang warga Bahagia," ujar Faida-Vian.
Sementara pernyataan penutup Cabup Hendy cukup keras menampar petahana. "Sudah cukup lima tahun rakyat Jember tidak sejahtera, sudah cukup Jember tertinggal dari daerah lain. Kami berkomitmen untuk mengembalikan hak-hak warga Jember yang lima tahun ini tidak terpenuhi. Jangan lupa 9 Desember, coblos nomor 2 Wis Wayahe Mbenahi Jember," ucap Hendy-Gus Firjaun.
"Kami terimakasih untuk masyarakat Jember yang memberikan kepercayaan kami. Dari Sumberbaru hingga Silo, dari Jelbuk hingga Puger. Dari di desa dan di kota, yang muda dan yang tua, mari kita bersama bergotong royong membangun Jember, kebersamaan membangun Jember harus dicontohkan dari jajaran pemimpin. Kami jalankan amanah dari, oleh dan untuk rakyat Jember. Jangan lupa nomor 3, Salam Metal Juara, Menang Total," ujar Cabup Salam Cawabup Ifan dengan kompak.
Dalam Debat Publik tersebut dilaksanakan secara protokol kesehatan cegah covid. Tidak ada panelis namun kini disebut tim perumus yang melontarkan pertanyaan dilakukan oleh moderator. Para Tim Perumus yang dibentuk KPU Jember itu ada lima orang antara lain, Amri Gunasti (Akademisi UM Jember), Adhitya Wardhono (Akademisi Unej), Agus Suratno (Dewan Penasehat PWI Jember), Fendi Setyawan (Akademisi Unej) dan Ahmad Suyono (Akademisi UM Jember). (mok)