04 April 2025

Get In Touch

Gerilya di Tapal Kuda, Gubernur Khofifah Disiplinkan 3M dan Sosialisasikan Bantuan untuk UMKM

Gerilya di Tapal Kuda, Gubernur Khofifah Disiplinkan 3M dan Sosialisasikan Bantuan untuk UMKM

JEMBER (Lenteratoday) - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi daerah Tapal Kuda seperti Banyuwangi, Jember dan Bondowoso akhir pekan ini. Dalam kunjungan ke Jember, Gubernur Khofifah meminta masyarakat disiplin menerapkan 3M dan protokol kesehatan cegah covid-19. Selain itu, Khofifah beserta kepala perbankan Jatim juga mensosialisasikan berbagai program bantuan pemerintah bagi pelaku usaha mikro (UMKM) agar bisa diakses dan meningkatkan perekonomian.

"Untuk wilayah Tapal Kuda sudah saya kunjungi Banyuwangi, Jember selanjutnya Bondowoso. Kami sosialisasi pakai masker dan juga mengajak Perbankan, UMKM dalam mengakses program pemulihan ekonomi. Program banyak untuk memberi penguatan bantuan penguatan khusus untuk Bumdes dan Puspa," terang Gubernur Khofifah saat dialog interaktif di RRI Jember, Minggu (15/11/2020).

Dia menambahkan, akan membangun akses pasar berbasis data yang up date agar pencapaian program ekonomi tercapai. Kedatangan gubernur juga bersama Direktur Bank Jatim, Kepala Bank Indonesia Jatim, Kepala BPS serta disambut Plt Bupati Jember KH Muqit. Dalam sosialisasi itu, rombongan juga naik sepeda gowes bersama sambil membagikan masker ke pasar-pasar tradisional.

"Data kami, ada 4,8 persen PDRB dari konsumsi rumah tangga. Gerakkan daya beli masyarakat banyak menabung. Nah kelas warga menengah atas agar belanja pada sektor UMKM. Pergerakan ini diharapkan menjadi multiplayer effect, nantinya juga akan ada subsidi gaji bagi warga dibawah gaji Rp 5 juta. Kemudian ada BLT, ada dari Kemendes dan Kemensos, agar kapasitas ekonomi bisa tersubtitusi dengan berbagai bantuan. PKH ada tambahan beras 5 Kg. Bantuan Banpres Rp 2,4 juta bagi warga ultra mikro agar bantuan ini terpakai oleh masyarakat.Banyak sekali bantuan pemerintah bagi masyarakat agar menggerakkan perekonomian masyarakat, ini agar menjadi bantalan bagi bantuan masyarakat yang lain agar tersubtitusi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat," terang mantan Mensos ini.

Soal pembelajaran tatap muka sekolah bagi SMA, sudah dimulai 14 juni lalu di 1 SMA dan 1 SMK namun belajar secara hybrid. "Daring dan luring hanya 25 persen siswa yg masuk hanya 3 jam tanpa istirahat dan kantin belum boleh buka itu per agustus. Selanjutnya bertambah 25 persen lembaga, juga jumlah siswa 25 persen. November ini dimulai 50 persen. Dengan protkes berjalan dengan baik. Koordinasi terus dengan para kepala sekolah. Itupun izin orang tua mutlak. Kalau ortu khawatir maka tetap harus diperhatikan. Kalau kita patuh protkes, maka pakai masker itu wajib, cuci air tangan mengalir, gizi dan olahraga yang cukup," ujarnya.

Sementara Plt Bupati Jember KH Muqit menyampaikan, Jember saat ini masih tiga besar lokasi pandemi covid. "Hanya saja sepekan terakhir meunjukkan peningkatan signifikan, pernah sampai ada 26 positif per hari. Penanganan covid tidak hanya oemerintah, tapi juga peran serta kesadaran masyarakat dan tokoh agama dan masyarakat. Kita bersama gubernur edukasi di dua titik di pasar dan keramaian, kita berharap angka covid bisa terus menurun," ujar Plt Bupati Jember KH Muqit.

Sementara Kepala BPS Jatim Dadang menambahkan, kegiatan ekonomi di Jatim harus jalan namun protkes juga harus dipegang teguh. "Dengan dibukanya aktivitas ekonomi, maka kalau lihat Jember 5,31 persen tingkat aktivitas ekonominya sudah mulai bergerak. Jatim naik 5,89 persen, ekspor juga mulai bagus. Ini lebih baik dari tahun dan triwulan sebelumnya, yang jelas 3M harus jalan dan di Jatim kondisinya lebih baik dibanding provinsi yang lain.

Bisa dilihat konsumsi rumah tangga, sekarang sudah membaik," ujar Kepala BPS Jatim Dadang. Pihaknya berharap, mudah-mudahan ada pertumbuhan perekonomian triwulan keempat, maka pertumbuhan ekonominya di Jatim bisa lebih baik. "Sinyal data yang ada, pergerakannya bagus.
Kalau impor industri barang olahan bergerak maka industri pengolahan di Jatim juga tumbuh," ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah. "Jari protkes syarat mutlak dalam peningkatan perekonomian. Semua sektor sudah on the track, hanya saja dua sektor yakni makanan minuman dan transportasi masih butuh stimulus. Jadi sekarang jangan sampai kendor. Kita optimis, saat ini full recovery," ujar Difi.

Sementara Direktur Utama Bank Jatim pusat Busrul Iman mengatakan, pertumbuhan ekonomi harus bisa diwujudkan pada semua sektor di masyarakat. "Kita jembatani pelaku usaha yang butuh dana, berikan stimulus restrukturisasi usaha mikro sampai menengan yakni Rp 1,7 triliun agar bisa dimanfaatkan masyarakat Jember, ekonomi agar tumbuh. Kita apat dana Rp 4 triliun untuk salurkan dana bantuan bagi sektor ekonomi, retail dan koperasi. Ada kerjasama dan dinas terkait agar menjadi katalis bagi perkonomian masyarakat. Ada pula rekening pelajar atau Kejar, kelola 900 ribu siswa dengan dana Rp 400 miliar kelola untuk pendidikan. Ponpes Opok bisa berikan pertumbuhan segala sektor ekonomi dan pendidikan di Jatim," terang Busrul. (mok)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.