04 April 2025

Get In Touch

Ternyata Ini Penyebab Air PDAM Kota Malang Bau Minyak

Walikota Sutiaji sedang melakukan sidak bersama jajaran PDAM Kota Malang di Sumber Wendit. (Sur)
Walikota Sutiaji sedang melakukan sidak bersama jajaran PDAM Kota Malang di Sumber Wendit. (Sur)

MALANG (Lenteratoday) - Walikota Malang Sutiaji melakukan sidak di Sumber Wendit PDAM Kota Malang, Jumat, (13/11/20). Kunjungannya itu tak lain untuk memastikan penyebab tercemarnya air hingga mengeluarkan bau minyak seperti yang dikeluhkan warga.

"Semalam sudah ada laporan titik mana yang tertular, saya khawatir ada titik-titik yang susah dicari. Tapi langsung bau solar dan ternyata ketemu dipengisian, tercemar solar," ungkap Sutiaji.

Dengan adanya temuan itu Sutiaji meminta pihak berwajib untuk mengidentifikasi siapa yang telah melakukan perbuatan tersebut. Karena menurutnya berdasarkan indentifikasi laporan dari PDAM hal ini diduga ada unsur kesengajaan.

"Yang terimbas kan bukan PDAM ya tapi masyarakat dan itu membahayakan terhadap hajat hidup orang banyak. Maka ini kan nanti kepolisian yang akan lihat. Saya minta area yang tercemar tadi supaya disteril jangan sampai ada orang yang menyentuh sehingga nanti labkrimnya bisa melihat sidik jari siapa, itu kan mudah nanti mengidentifikasi orangnya," jelasnya.

Oleh karena itu, Walikota yang akrab disapa Mas Aji ini memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan pelayanan dari pemerintah. Kendati demikan, masih Sutiaji, kejadian ini diluar batas kemampuan manusia.

"Insyaallah sumber yang tercemar kmrn susah saya cek dan insyallah sudah jernih. Saya mohon maaf kpd masa malang yang tergganggu. Masyarakat Kota Malang sudah jangan khawatir karena kami sudaj melakukan tindakan. Mudahan2 tidak akan terjadi lagi dan dibuat pelajaran," pungkasnya.

Sementara itu Direktur Utama M. Nor Muhlas menyampaikan jika pihaknya saat ini sedang konsentrasi terhadap pelayanan, bagaiama agar pelanggann bisa menikmati layanan PDAM menjadi normal kembali.

"Airnya sudah dalam kondisi normal tapi masyarakat harus paham bahwa untuk proses pengaliran air beda dengan penyambungan aliran listrik yang sekali sambung langsung connect," terang Muhlas.

Lebih lanjut Muhlas menjelaskan jika hari ini pihaknya sedang melakukan netralisir untuk menguras air yang tercemar ke dalam pipa. Upaya ini dilakulan tentu untuk menghilangkan kuman-kuman minyak solar tersebut

"Kita tidak bisa memprediksi berapa harinya karena kita uji secara bertahap terus menerus sampai batas normal. Kami tak bisa prediksi karena jni sesuatunyang tidaklah mudah, minyak kan bisa saja menempel-nempel. Maka dari itu kita selalu melakukan uji lab," tutup Muhlas. (Sur)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.