SURABAYA ( LENTERA ) - Rumah tua dengan lorong gelap, suara gemuruh dari ruang bawah tanah, dan pintu yang sesekali berderit kerap menghadirkan suasana mencekam. Sebagian orang bahkan mengaku merasakan kehadiran makhluk tak kasatmata ketika berada di bangunan semacam itu.
Namun, ilmuwan menemukan kemungkinan penjelasan lain yaitu gelombang suara berfrekuensi sangat rendah yang disebut infrasonik.
Fenomena rumah angker memang tidak pernah kehilangan daya tarik. Popularitas cerita horor juga kembali terlihat melalui drama Korea terbaru Dead-End Job yang tayang di Netflix. Serial yang dibintangi Lee Jae-wook, Ko Min-si, dan Kim Min-ha tersebut mengangkat kisah pekerjaan misterius yang berubah menjadi pengalaman mengerikan. Di luar fiksi, para ilmuwan justru mencoba menjelaskan bagaimana lingkungan fisik dapat memunculkan sensasi ketakutan.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Behavioral Neuroscience pada 27 April 2026 menemukan bahwa paparan infrasonik berkaitan dengan peningkatan respons stres, rasa gelisah, dan perubahan suasana hati manusia. Temuan ini membuka kemungkinan bahwa sebagian pengalaman yang dianggap sebagai tanda kehadiran hantu dapat dipengaruhi kondisi akustik suatu tempat.
Infrasonik merupakan gelombang suara dengan frekuensi di bawah 20 hertz (Hz), sehingga umumnya berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Meski tidak terdengar seperti suara biasa, gelombang tersebut berpotensi memengaruhi respons tubuh.
Penelitian ini melibatkan 36 peserta yang diminta mendengarkan musik menenangkan dan musik bernuansa mencekam. Sebagian peserta terpapar gelombang infrasonik sekitar 18 Hz yang diperdengarkan melalui pengeras suara khusus, sementara kelompok lainnya tidak mendapat paparan tersebut.
Hasilnya, peserta tidak mampu mengenali secara akurat kapan gelombang infrasonik diperdengarkan. Namun, kelompok yang terpapar menunjukkan peningkatan kadar kortisol dalam air liur. Kortisol merupakan hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.
Mereka juga melaporkan tingkat kejengkelan lebih tinggi, ketertarikan yang menurun, serta penilaian suasana musik yang lebih sedih. Menariknya, perubahan tersebut terjadi baik ketika peserta mendengarkan musik menenangkan maupun musik yang mencekam.
Rodney M. Schmaltz, psikolog dari MacEwan University, Kanada, sekaligus salah satu penulis penelitian, menjelaskan bahwa infrasonik mungkin menimbulkan ketidaknyamanan fisik yang kemudian ditafsirkan seseorang sebagai pengalaman paranormal.
"Yang mungkin dilakukan infrasonik adalah memberikan sedikit ketidaknyamanan fisik, yang kemudian bisa dikaitkan dengan penjelasan soal hantu atau rumah berhantu," kata Schmaltz, dikutip dari Futurism.
Ia menjelaskan, orang yang tidak memiliki kecenderungan mempercayai keberadaan hantu mungkin hanya merasakan bangunan tua tersebut pengap dan tidak nyaman. Sebaliknya, orang yang sejak awal meyakini tempat itu angker bisa menafsirkan sensasi serupa sebagai bukti kehadiran roh.
Getaran Pipa hingga Respons Stres
Lantas, dari mana gelombang infrasonik berasal? Dalam bangunan tua, sumbernya bisa berupa getaran pipa, sistem ventilasi, ketel pemanas, maupun instalasi mekanis lainnya. Getaran berfrekuensi rendah tersebut dapat merambat melalui struktur bangunan dan menghasilkan sensasi yang tidak selalu disadari penghuninya.
Schmaltz dan tim juga menyoroti kemungkinan hubungan antara kondisi akustik bangunan dengan pengalaman yang selama ini dikaitkan dengan fenomena paranormal.
Namun, para peneliti tidak menyimpulkan bahwa seluruh rumah yang dianggap angker disebabkan infrasonik. Penelitian tersebut dilakukan dalam lingkungan eksperimen dengan jumlah peserta terbatas, bukan dengan mengukur gelombang suara di sejumlah rumah yang dikenal berhantu.
Temuan itu juga belum menjelaskan pengalaman melihat penampakan atau sosok tertentu. Karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah bangunan yang dianggap angker memang memiliki paparan infrasonik lebih tinggi dibandingkan bangunan biasa.
Penelitian ini setidaknya menunjukkan bahwa rasa takut tidak selalu muncul karena sesuatu yang terlihat atau terdengar secara langsung. Faktor lingkungan yang tidak disadari manusia pun dapat memengaruhi suasana hati dan respons tubuh.
Jadi sebelum menyimpulkan sebuah rumah tua dihuni makhluk halus, ada kemungkinan penjelasan ilmiah yang patut diperiksa, mulai dari kondisi bangunan, sumber getaran, hingga gelombang suara berfrekuensi rendah.(far,ist/dya)



.jpg)

Post a comment