31 October 2026

Get In Touch

DPRD Jatim Kawal Pembentukan SPAB di Lima Sekolah Tuban

Anggota DPRD Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari.
Anggota DPRD Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari.

SURABAYA (Lentera) – Anggota DPRD Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, mengawal pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lima sekolah di Kabupaten Tuban melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jatim yang terakomodasi dalam APBD 2026.

Hany berharap pengawalan program tersebut dapat memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan satuan pendidikan di Tuban dalam menghadapi potensi bencana. “SPAB itu kan salah satu program prioritasnya BPBD. Ternyata di tahun 2026 ini ada 17 program SPAB yang tersebar di seluruh Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah, Kabupaten Tuban mendapatkan lima pembentukan SPAB untuk tahun 2026 ini melalui Pokir saya,” ungkap Hany, (25/10/2026).

Lima sekolah yang menjadi sasaran program tersebut adalah SMK Negeri 3 Merakurak, SMA Negeri 1 Tambakboyo, SMA Negeri 1 Grabagan, SMA Negeri 5 Semanding, dan SMK Negeri Palang. Pemilihan jenjang SMA dan SMK disesuaikan dengan kewenangan pengelolaan pemerintah provinsi.

Politisi Golkar tersebut mengatakan, pembentukan SPAB tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tetapi juga menanamkan kesadaran kebencanaan kepada siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

“Kenapa kita masuk di sekolah-sekolah? Karena selain memang kita menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa, guru, dan semua yang ada di sekolah, kita juga ingin membudayakan siaga dan tanggap bencana sedini mungkin,” ujarnya.

Pelaksanaan program SPAB di Tuban berlangsung secara maraton pada akhir Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, sekolah mendapatkan pendampingan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan bencana di wilayah masing-masing, termasuk angin kencang, kekeringan, dan gempa bumi.

Sekolah juga difasilitasi menyusun dokumen rencana evakuasi mandiri sebagai bagian dari upaya mempersiapkan warga sekolah menghadapi situasi darurat.

“Jadi ada tim fasilitator yang selama dua hari membuat dokumen, kemudian mereka juga diberikan pelatihan tanggap darurat, yang beda-beda per masing-masing sekolahnya,” jelas legislator dari daerah pemilihan Jatim XII (Tuban-Bojonegoro) tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tuban, Moh Maftuchin Riza, turut mengapresiasi sinergi dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan pentingnya edukasi kebencanaan bagi pelajar agar mampu mengenali risiko dan mengurangi dampak ketika bencana terjadi.

“Kita dididik untuk mengenal bencana, kita dididik meminimalisir apabila ada bencana, meminimalisir korban bencana,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.