20 October 2026

Get In Touch

Kapolri Sebut Ada Keterlibatan Pihak Asing dalam Kasus Karhutla

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). (foto:ist/Ant)
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyebut adanya keterlibatan pihak asing, dalam kasus kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia.

Menurut Kapolri, saat ini penyidik masih mendalami dan memilah pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Ia mengatakan, keterlibatan pihak asing menjadi salah satu aspek yang tengah ditelusuri dalam proses penyidikan kasus karhutla.

"Ini ada keterlibatan pihak asing ya, ada keterlibatan pihak asing. Namun, karena ini masih dalam proses penyidikan dan ini sedang kita pilah-pilah, mana yang terlibat pihak asing atau mana yang bukan pihak asing," ujar Suyudi saat memberikan keterangan media di Istana Merdeka, Jakarta mengutip Antara, Senin (19/10/2026).

Namun demikian, ia belum bisa merinci identitas maupun bentuk keterlibatan pihak asing tersebut.

Kapolri menegaskan, bahwa penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

"Yang jelas, saya sampaikan dalam kesempatan ini bahwa ada keterlibatan pihak asing. Ada negara tetangga," katanya.

Sebelumnya, Suyudi menyampaikan bahwa Bareskrim Polri telah menaikkan 98 laporan polisi terkait karhutla yang melibatkan korporasi ke tahap penyidikan.

Penyidik saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Polri menyatakan, penetapan tersangka saat ini masih mengumpulkan alat bukti untuk menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

Penetapan tersangka akan dilakukan setelah proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti memenuhi kebutuhan penanganan perkara.

Sementara itu di lokasi yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman menegaskan pemerintah telah mengerahkan upaya maksimal, untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui pengerahan personel TNI-Polri dan penguatan operasi udara.

"Jangan kemudian termakan dengan isu-isu yang seakan-akan kami tidak berbuat. Kami sudah semaksimal mungkin," kata Dudung dalam pernyataan pers yang didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dan Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta mengutip Antara, Senin (19/20/2026).

Dudung mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar penanganan karhutla dilakukan secara masif dan segera, termasuk dengan meningkatkan dukungan operasi udara menggunakan pesawat Hercules.

"Ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules. Artinya ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutla," ujarnya.

Sebelumnya, operasi udara penanganan karhutla telah dilakukan menggunakan pesawat Cassa dengan metode teknologi dry ice atau es kering.

Selain itu, Presiden Prabowo juga memerintahkan penguatan pengerahan personel TNI, Polri, Dinas Kehutanan, serta pelibatan masyarakat untuk menangani kebakaran di lapangan.

Dudung menekankan, upaya tersebut harus dilakukan secara masif dan terukur karena karhutla telah menimbulkan gangguan, terutama terhadap masyarakat.

Ia juga menyampaikan, sejumlah korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus karhutla.

"Kemudian ada beberapa korporasi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yang sekarang juga dalam penyidikan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dudung mengakui, penanganan karhutla menghadapi sejumlah tantangan, terutama di kawasan lahan gambut yang membutuhkan penanganan yang tidak mudah.

"Tidak mudah penanganan situasi terutama masalah karhutla, karena terutama lahan gambut yang tidak bisa semudah itu kita lakukan," katanya.

Dudung menambahkan, Presiden Prabowo meminta jajarannya tidak menunggu hujan untuk menangani karhutla, tetapi segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

"Beliau keras sekali tadi menyampaikan pada kami, untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras," imbuhnya.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.