20 October 2026

Get In Touch

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Negeri Gelar KTS di Dalam Kota

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan siswa saat ke Kebun Raya Mangrove.
Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan siswa saat ke Kebun Raya Mangrove.

SURABAYA (Lentera)– Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya mengimbau Sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri agar memanfaatkan destinasi wisata edukasi dan ruang publik dalam kota untuk kegiatan outing class atau Kegiatan Tengah Semester (KTS). 

Langkah ini dilakukan agar siswa mendapat pengalaman belajar di luar kelas sekaligus mengenal sejarah, lingkungan, dan potensi lokal Surabaya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, Surabaya memiliki sejumlah lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran. Salah satunya kawasan Kota Lama Surabaya yang bisa menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal sejarah perkembangan kota.

“Jadi memang ada kurikulum yang namanya outing class atau KTS. Nah, itu kami mengimbau bahwa di Surabaya ini tidak kurang tempat untuk explore,” kata Febri, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, kegiatan belajar di luar kelas tidak harus dilakukan dengan mengunjungi daerah lain. Sekolah dapat memanfaatkan ruang publik dan destinasi edukasi di dalam kota untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual.

“Silakan kalau misalkan memang mau outing class atau KTS, kita punya beberapa ruang atau space publik di Surabaya. Ada Kota Lama, bisa di situ untuk menjadi area belajar anak-anak,” tuturnya.

Febri menjelaskan, Dispendik Surabaya telah menginstruksikan SD dan SMP negeri untuk mengoptimalkan kegiatan KTS di dalam kota. Pihaknya juga berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk menyediakan alternatif lokasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kolaborasi tersebut antara lain melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.

“Kalau di (SD-SMP) negeri sudah kita maksimalkan untuk (kegiatan) di Surabaya. Ada tempat-tempat tertentu yang mungkin kita kolaborasi dengan teman-teman Dinas Pertanian (DKPP) dan Dinas Pariwisata (Disbudporapar). Itu ada beberapa tempat,” jelasnya.

Sejumlah lokasi yang bisa menjadi pilihan kegiatan KTS di antaranya kawasan Kota Lama Surabaya, Kebun Raya Mangrove, dan Hutan Kota Jeruk di Lakarsantri.

Melalui kunjungan ke lokasi tersebut, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai sejarah kota, ekosistem mangrove, lingkungan, hingga potensi pertanian dan wisata lokal. Pemilihan lokasi juga dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran dan tujuan kegiatan sekolah.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan kepada Dispendik Surabaya apabila menemukan SD atau SMP negeri yang masih mengajak siswa melaksanakan KTS ke luar kota.

“Jadi kenapa kita harus keluar (kota) kalau kita punya hal ini. Nah, kalau ternyata di (SD-SMP) negeri ada pihak sekolah yang mengajak ke luar kota, silakan laporkan ke kami,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.