12 October 2026

Get In Touch

Rompi Jadi Andalan Fesyen, dari Atasan hingga Layering

Rompi Jadi Andalan Fesyen, dari Atasan hingga Layering

SURABAYA ( LENTERA ) - Rompi atau vest kembali mendapat tempat dalam lemari pakaian perempuan pada 2026. Bukan lagi sekadar pelengkap setelan jas atau busana formal, rompi kini bisa berdiri sendiri sebagai atasan, dipakai sebagai luaran, maupun menjadi bagian dari permainan layering.

Dalam ulasan tren mode 2026 mencatat, vest dan waistcoat semakin fleksibel digunakan. Keduanya memang kerap dianggap sama, meski secara tradisional waistcoat lebih dekat dengan rompi berstruktur dan formal, sementara vest memiliki cakupan desain yang lebih kasual.

Perbedaan itu kini semakin kabur. Di panggung mode internasional, rompi justru digunakan untuk mempertemukan unsur tailoring, kasual dan gaya personal.

Vogue, misalnya, memasukkan layered vest sebagai salah satu trik styling pada koleksi Fall 2026. Salah satu pendekatannya adalah mengenakan dua rompi sekaligus dengan warna berbeda, kemudian menambahkan bros dan rok berlipit. Cara ini menunjukkan bahwa rompi tidak lagi harus berdiri sebagai satu lapisan tunggal. 

Pada koleksi Oscar Ouyang Fall 2026, waistcoat juga muncul dalam pendekatan yang lebih bebas gender. Desainer tersebut menawarkan rompi yang dapat dikenakan terbuka atau dikancingkan tinggi, baik oleh laki-laki maupun perempuan. 

Siluet Mengikuti Tubuh

Salah satu gaya yang mudah diterapkan adalah rompi berpotongan mengikuti lekuk tubuh. Bukan berarti harus ketat, tetapi struktur pakaian dibuat mengikuti bentuk badan melalui kupnat, jahitan belakang atau tambahan ikat pinggang.

Potongan seperti ini memberikan kesan rapi tanpa harus menggunakan blazer. Pilihan kerah juga menentukan karakter. Kerah model lapel atau kerah yang menyerupai jas membuat rompi terlihat lebih formal dan cocok dipakai ke kantor.

Untuk gaya kerja, rompi bisa dipadukan dengan celana bahan berpotongan lurus atau lebar. Jika ingin lebih santai, gunakan kaus polos atau kemeja putih sebagai lapisan dalam.
Tren ini sejalan dengan kecenderungan mode 2026 yang kembali mengeksplorasi siluet tubuh melalui tailoring. Sejumlah koleksi tahun ini menampilkan struktur bahu yang lebih kuat, pinggang yang ditegaskan, dan pakaian klasik yang diberi proporsi baru. 

Siluet Boxy yang Lebih Modern

Tidak semua rompi harus mengikuti bentuk badan. Siluet boxy justru menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan tampilan lebih santai dan kontemporer.

Potongan ini dapat dibuat tajam dengan konstruksi bahu dan kerah yang tegas. Alternatif lainnya adalah memilih material yang lebih ringan seperti linen sehingga rompi terasa kasual.

Untuk tampilan kantor, rompi boxy bisa dipadukan dengan kemeja dan celana panjang. Sementara untuk akhir pekan, kemeja denim atau kaus sederhana dapat menjadi pasangan yang lebih rileks.

Siluet longgar juga cocok dengan kecenderungan mode 2026 yang semakin mengaburkan batas antara busana kerja dan busana sehari-hari. Gaya workwear kini tidak selalu tampil kaku, tetapi dapat dipadukan dengan elemen kasual dan oversized.

Jadi Atasan Utama

Salah satu cara paling sederhana mengenakan rompi adalah menjadikannya atasan.
Rompi berkerah atau tailored vest dapat langsung dipakai tanpa kemeja di dalamnya, terutama untuk tampilan yang lebih modern. Padukan dengan celana berpinggang tinggi agar proporsinya terlihat seimbang.

Model ini sebenarnya bukan tren yang benar-benar baru. Rompi tanpa lengan telah beberapa kali muncul sebagai pakaian utama dalam gaya jalanan, termasuk dikenakan dengan celana longgar. Namun pada 2026, pendekatan tersebut semakin mudah diterima karena tailoring perempuan bergerak ke arah yang lebih fleksibel dan tidak terlalu terikat pada aturan setelan klasik.

Jika ingin tampilan lebih sopan atau cocok untuk suasana profesional, rompi bisa dikenakan di atas blus, kemeja atau kaus tipis.

Kuncinya Layering 

Kekuatan rompi justru terletak pada kemampuannya menjadi lapisan tambahan.
Kemeja putih merupakan pilihan paling aman. Namun, rompi juga dapat dipadukan dengan kaus, blus transparan, turtleneck, bahkan pakaian bermotif.

Untuk tampilan yang lebih eksperimental, dua rompi dengan warna atau tekstur berbeda dapat dikenakan berlapis. Teknik ini bahkan terlihat dalam inspirasi styling Fall 2026 yang dipublikasikan Vogue. 

Kuncinya adalah menjaga perbedaan panjang dan tekstur agar lapisan tidak terlihat menumpuk. Jika rompinya sudah memiliki detail kuat, lapisan di bawahnya sebaiknya lebih sederhana.

One-set Masih Menarik

Rompi juga bisa dipakai sebagai bagian dari setelan dengan bawahan yang memiliki warna dan material sama.

Pilihan paling klasik adalah rompi dan celana panjang dengan warna senada. Namun, rok juga dapat menjadi pasangan yang menarik, terutama untuk menghasilkan kesan feminin tanpa meninggalkan struktur tailoring.

Setelan semacam ini memiliki keuntungan praktis: bagian atas dan bawah dapat dipakai bersama untuk menghasilkan tampilan formal, lalu dipisahkan dan dipadukan dengan pakaian lain untuk gaya yang berbeda.

Tren mode 2026 memang semakin menekankan pakaian yang dapat diolah ulang. Di tengah popularitas quiet luxury dan kebutuhan terhadap lemari pakaian yang lebih fungsional, satu item yang bisa menghasilkan beberapa tampilan memiliki nilai lebih.

Rompi Etnik Indonesia

Rompi juga menjadi cara paling sederhana untuk membawa wastra ke dalam pakaian sehari-hari.

Kain tenun, batik, songket atau motif khas daerah dapat digunakan sebagai material utama maupun aksen. Potongannya tidak harus tradisional. Rompi dengan siluet sedikit oversized justru dapat memberikan tampilan lebih modern.

Desain seperti ini sudah terlihat dalam karya sejumlah jenama Indonesia. Adrie Basuki, misalnya, menawarkan pendekatan rompi yang lebih longgar, sedangkan Cottonink Archipelago menghadirkan pilihan dengan siluet lebih ramping.

Keduanya menunjukkan bahwa wastra tidak harus selalu hadir dalam bentuk kebaya atau busana tradisional lengkap. Rompi dapat menjadi titik temu antara pakaian kontemporer dan identitas lokal.

Tren serupa juga terlihat pada busana Indonesia sepanjang 2026. Kompas.com mencatat rompi lepas menjadi salah satu pilihan dalam tren busana Lebaran, terutama karena mudah dipadukan dengan rok, kulot maupun celana bahan. Rompi berbahan tenun, songket dan bordir etnik juga digunakan untuk memberi sentuhan budaya pada siluet modern. 

Rompi sebenarnya merupakan pakaian sederhana. Justru karena itu, proporsi menjadi bagian penting dalam menentukan hasil akhir.
Rompi ramping akan terlihat seimbang dengan celana atau rok yang lebih bervolume. Sebaliknya, rompi boxy dapat dipadukan dengan bawahan yang lebih sederhana agar tubuh tidak terlihat terlalu penuh.

Untuk tampilan kasual, denim tetap menjadi pasangan yang mudah. Untuk gaya kantor, pilih celana bahan atau rok midi. Sedangkan untuk tampilan yang lebih modis, rok berlipit, celana wide-leg atau aksesori seperti bros dapat mengubah karakter rompi secara signifikan.

Tren street style terbaru juga menunjukkan bahwa gaya 2026 tidak terpaku pada satu siluet. Busana longgar, tailoring, detail utilitarian dan permainan warna hidup berdampingan. Karena itu, rompi tidak perlu dikenakan dengan cara yang terlalu formal.(far,ist/dya)
 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.