12 October 2026

Get In Touch

Dari Skincare ke Lingkungan-Care, Himabis FIA UB Gagas Pengelolaan Beauty Waste

Ilustrasi: Drop point pengumpulan limbah skincare di UB. (foto: Humas UB)
Ilustrasi: Drop point pengumpulan limbah skincare di UB. (foto: Humas UB)

MALANG (Lentera) - Dari penggunaan skincare menuju kepedulian terhadap lingkungan atau "lingkungan-care", menjadi gagasan yang diangkat Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Bisnis (Himabis), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), melalui program Green Beauty dalam rangkaian Spread Awareness 2026.

Program tersebut mengajak mahasiswa mengumpulkan kemasan bekas skincare, bodycare, dan kosmetik atau beauty waste untuk disalurkan kepada pihak pengelola.

"Kami mencoba mengangkat isu yang memang dekat dengan keseharian mahasiswa, yaitu penggunaan skincare, bodycare, dan make up. Dengan begitu, isu lingkungan tidak hanya disampaikan, tetapi juga melalui sesuatu yang mereka hasilkan sendiri," ujar Naya, panitia penyelenggara Green Beauty, Senin (12/10/2026).

Pengumpulan tersebut berlangsung melalui 3 titik drop point, yakni di lingkungan FIA UB, Kantin CL, dan Perpustakaan UB. Ketiganya dipilih untuk memudahkan mahasiswa menyerahkan kemasan kosong atau empties tanpa harus melakukan perjalanan khusus untuk membuangnya.

Untuk menjangkau mahasiswa, panitia menyebarluaskan informasi melalui berbagai kanal. Mulai dari unggahan feeds, reels, dan stories Instagram, pesan berantai di grup, serta media partner. Sosialisasi juga dilakukan secara langsung melalui pendekatan class to class, faculty to faculty, dan komunikasi dari mulut ke mulut.

Strategi tersebut bertujuan memberi tahu mahasiswa mengenai program sekaligus menginformasikan bahwa kemasan produk kecantikan yang telah habis digunakan dapat dikumpulkan di lokasi yang telah disediakan.

"Kami memilih titik-titik yang banyak dikunjungi oleh mahasiswa agar mereka lebih mudah dalam menjangkau drop point. Menurut kami, akan kurang efektif apabila sebuah kegiatan ditujukan kepada mahasiswa tetapi lokasinya sulit dijangkau oleh mereka," tutur Naya.

Selain menyediakan fasilitas pengumpulan, Green Beauty menerapkan mekanisme rewarding untuk membuat partisipasi mahasiswa lebih interaktif. Capaian program kemudian diukur melalui jumlah kemasan bekas yang berhasil dihimpun selama tiga hari pelaksanaan.

Panitia sebelumnya menetapkan target pengumpulan sebanyak 30 kemasan per hari. Namun, jumlah yang terkumpul melampaui target tersebut. Pada hari pertama, panitia mencatat 178 kemasan, kemudian 64 kemasan pada hari kedua, dan meningkat menjadi 301 kemasan pada hari ketiga.

"Dengan total 543 kemasan, capaian pengumpulan selama tiga hari tersebut melampaui target awal sebanyak 90 kemasan untuk keseluruhan periode pelaksanaan," katanya.

Setelah didata oleh panitia, kemasan yang terkumpul disalurkan kepada iLitterless Indonesia, organisasi nonpemerintah (non-governmental organization/NGO) yang bekerja sama dengan Spread Awareness dan turut menyediakan drop box selama rangkaian Green Beauty. Selanjutnya, kemasan tersebut dikelola melalui sistem pengelolaan dan daur ulang yang dijalankan pihak tersebut.

Meski berhasil menghimpun ratusan kemasan, Green Beauty belum ditetapkan sebagai sistem permanen pengelolaan beauty waste di lingkungan kampus. Program ini masih menjadi bagian dari Spread Awareness 2026, dengan upaya pengumpulan serupa direncanakan kembali melalui kegiatan lain.

Upaya tersebut berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.