12 October 2026

Get In Touch

Bulog Serap 4,1 Juta Ton Setara Beras, Pengadaan di Madiun Lampaui Target

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani memberikan keterangan terkait capaian pengadaan pangan nasional yang mencapai 4,11 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026, atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani memberikan keterangan terkait capaian pengadaan pangan nasional yang mencapai 4,11 juta ton setara beras hingga 8 Oktober 2026, atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.

MADIUN (Lentera) — Perum Bulog mencatat realisasi pengadaan pangan setara beras sebanyak 4,11 juta ton hingga 8 Oktober 2026. Jumlah tersebut mencapai 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Di tingkat daerah, Perum Bulog Kantor Cabang Madiun juga melampaui target pengadaan. Hingga September 2026, realisasi pengadaan mencapai 86.402 ton setara beras atau 111,84 persen dari target sebesar 77.258 ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pencapaian pengadaan nasional tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari petani, mitra penggilingan, pemerintah daerah, hingga instansi terkait.

Menurut dia, pengadaan dilakukan untuk menyerap hasil panen petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras dan dedikasi seluruh insan Bulog yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

Realisasi pengadaan Bulog pada 2026 melampaui capaian sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras. Sebelumnya, rekor pengadaan tertinggi Bulog tercatat pada 2012, yakni sekitar 3,65 juta ton.

Untuk mencapai target tersebut, Bulog mengoptimalkan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan gudang, serta penyerapan hasil panen pada masa panen.

Pengadaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan untuk mendukung stabilisasi harga dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

Ahmad Rizal menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, petani, penyuluh, mitra kerja, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pengadaan pangan sepanjang 2026.

Ia menegaskan, Bulog akan melanjutkan penyerapan hingga akhir tahun untuk menjaga ketersediaan stok pangan pemerintah.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog  Madiun Agung Sarianto mengatakan, realisasi pengadaan di wilayah kerjanya telah melampaui target yang ditetapkan.

Hingga September 2026, Bulog Madiun menyerap 86.402 ton setara beras dari target 77.258 ton. Dengan demikian, realisasi pengadaan mencapai 111,84 persen atau melampaui target sebesar 9.144 ton.

Agung menyebut capaian tersebut didukung kerja sama Bulog dengan pemerintah daerah, petani, mitra penggilingan, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang berjalan baik antara Bulog, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan, termasuk petani dan mitra kerja,” kata Agung.

Ia menambahkan, pengadaan tersebut mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

Bulog menyatakan akan terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen hingga akhir 2026. Penguatan cadangan pangan pemerintah diharapkan dapat mendukung ketersediaan pasokan serta pelaksanaan kebijakan stabilisasi pangan. (*)

 

Reporter : Wiwiet Eko Prasetyo.
Editor: Lutfiyu Handi

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.