10 October 2026

Get In Touch

Polres dan Dinkes Trenggalek Selidiki Dugaan Keracunan 69 Warga Usai Hajatan

Kasihumas Polres Trenggalek AKP Katik, memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan dugaan keracunan warga usai hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.
Kasihumas Polres Trenggalek AKP Katik, memberikan keterangan kepada awak media terkait penanganan dugaan keracunan warga usai hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

TRENGGALEK (Lentera) – Polres Trenggalek bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) menyelidiki penyebab dugaan keracunan 69 warga, usai menghadiri hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Selasa (6/10/2026).

Kasihumas Polres Trenggalek, AKP Katik mengatakan jajaran Polsek Pogalan telah mendatangi lokasi hajatan dan mengunjungi warga yang menjalani perawatan, serta berkoordinasi dengan Dinkes dan puskesmas untuk mendukung penanganan korban serta penyelidikan lebih lanjut.

“Penyebabnya masih belum diketahui. Kami menunggu hasil uji laboratorium dari sampel yang telah diambil. Kami juga berupaya membantu para korban semaksimal mungkin dan melakukan langkah lanjutan secara profesional serta transparan,” ujar Katik, Jumat (9/10/2026).

Polres Trenggalek turut melibatkan personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), serta Klinik Pratama Bhayangkara untuk membantu pemeriksaan kesehatan dan memberikan pendampingan kepada warga terdampak.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Andiek Muarifin menjelaskan keluhan warga mulai muncul setelah hajatan berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB, pada Selasa (6/10/2026). Sejumlah warga mengalami diare, mual, muntah, nyeri perut, pusing hingga demam.

Hidangan yang disajikan dalam acara tersebut antara lain sate kambing, gulai, es degan, dan minuman konyaku. Tamu yang hadir juga membawa pulang bingkisan berupa roti bolu pisang.

Berdasarkan data terbaru Dinkes, penanganan pasien tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Puskesmas Suruh merawat lima pasien rawat inap yang berasal dari Kecamatan Pule. Puskesmas Pule menangani tiga pasien rawat inap dan tujuh pasien rawat jalan.

Di Puskesmas Pogalan, tercatat 51 pasien rawat jalan, termasuk warga yang mendapatkan pelayanan langsung di rumah maupun yang datang ke puskesmas. Selain itu, terdapat satu pasien rawat inap. Dua warga lainnya mendapatkan penanganan di sebuah klinik swasta di Kecamatan Pogalan.

Dengan demikian, total warga yang tercatat mendapatkan penanganan medis mencapai 69 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan pasien menjalani rawat inap dan 60 pasien rawat jalan.

Andiek mengatakan, diare menjadi salah satu keluhan utama yang ditemukan. Frekuensi buang air besar yang tinggi dapat menyebabkan pasien kehilangan cairan hingga mengalami dehidrasi dan lemas, sehingga sebagian membutuhkan perawatan lebih lanjut.

“Pasien dengan keluhan diare yang berisiko mengalami dehidrasi perlu mendapatkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut,” jelas Andiek.

Untuk menelusuri penyebab kejadian, petugas mengambil sampel air dari dua sumur yang digunakan keluarga penyelenggara hajatan serta sampel feses pasien untuk diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya. Sementara itu, sisa makanan yang ditemukan tidak memenuhi syarat pemeriksaan karena sebagian telah habis dan sisanya berjamur.

Dinkes menduga, keluhan tersebut berpotensi berkaitan dengan kontaminasi bakteri. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan keluar sekitar satu minggu.


Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.