SURABAYA ( LENTERA ) - Kerutan merupakan bagian alami dari proses penuaan kulit. Namun, kemunculannya dapat diperlambat dengan kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan kulit, mulai dari disiplin menggunakan sunscreen hingga menjaga asupan protein.
Sejumlah ahli dermatologi dan perawatan kulit menilai, upaya menjaga kolagen sejak dini justru menjadi bagian penting dalam merawat kulit sebelum tanda-tanda penuaan semakin terlihat. Dalam artikel Vogue yang menjadi rujukan Beautynesia, praktisi keperawatan dermatologi bersertifikat sekaligus pendiri Bare Concierge, Michelle McFarland, mengatakan kebiasaan sehari-hari dapat memberi pengaruh besar terhadap kondisi kulit.
“Pilihan yang kamu buat setiap hari lebih berpengaruh daripada produk yang kamu beli,” ujar McFarland.
Menurut dia, tretinoin resep dan berbagai perawatan klinis tetap menjadi pilihan utama untuk menangani kerutan. Namun, pencegahan tidak selalu harus dimulai dari perawatan mahal. Perlindungan terhadap kolagen, hidrasi, pola makan, aktivitas fisik, hingga gaya hidup dapat menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit.
Berikut enam kebiasaan yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kulit tetap sehat dan mengurangi tampilan kerutan.
Jangan lewatkan SPF
Penggunaan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih setiap hari menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah photoaging, yakni penuaan kulit akibat paparan sinar ultraviolet.
“Memakai SPF 30 atau lebih setiap hari adalah hal terpenting yang bisa dilakukan untuk mencegah photoaging,” kata Carey Campbell, MD, dokter bedah plastik bersertifikat di Stark MD, Philadelphia.
Paparan UV dapat memicu munculnya garis halus, perubahan tekstur hingga pigmentasi. Karena itu, penggunaan sunscreen sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika matahari terasa terik, tetapi menjadi rutinitas harian.
Marisa Ponzo, MD, dokter kulit dengan dua sertifikasi di North York Dermatology Clinic, Toronto, juga menyarankan perlindungan tambahan berupa pakaian yang menutup kulit, topi bertepi lebar dan menghindari paparan matahari langsung sekitar pukul 10.00-16.00.
Kacamata hitam juga memiliki fungsi lebih dari sekadar aksesori.
Menurut ahli perawatan kulit Kate Daniel, kebiasaan menyipitkan mata dan mengerutkan dahi ketika menghadapi cahaya terang secara berulang dapat berkontribusi terhadap munculnya kerutan di sekitar mata.
Risiko paparan UV juga tidak sepenuhnya hilang ketika seseorang berada di dalam ruangan. Dermatolog asal Jakarta, dr. Arini Widodo, SpDVE, menjelaskan kepada Kompas.com bahwa UVA memiliki spektrum gelombang yang lebih luas dan dapat menembus kaca tertentu. Paparan berulang dapat berkontribusi terhadap penuaan dini, kerutan dan hiperpigmentasi.
Kenali vitamin A dan C
Rutinitas skincare dapat dilengkapi bahan aktif yang memiliki bukti manfaat terhadap tanda-tanda penuaan. Salah satunya retinoid, turunan vitamin A yang dapat membantu merangsang produksi kolagen dan elastin serta memperbaiki tekstur kulit.
Cheryl Karcher, MD, dokter kulit bersertifikat di New York, menjelaskan retinoid dapat membantu mengurangi garis halus secara bertahap.
Untuk pilihan yang lebih lembut, bakuchiol yang berasal dari tumbuhan kerap digunakan sebagai alternatif retinol. Sementara itu, vitamin C dapat digunakan pada pagi hari sebagai antioksidan untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas yang berkaitan dengan paparan sinar UV dan polusi.
American Academy of Dermatology (AAD) juga memasukkan vitamin C dan retinoid sebagai bahan yang memiliki bukti manfaat dalam perawatan kulit. Vitamin C dapat membantu mengatasi tanda penuaan dan noda gelap, sedangkan retinoid dapat digunakan untuk membantu mengatasi garis halus, kerutan, noda gelap dan masalah tekstur kulit.
Di Indonesia, retinol juga menjadi salah satu bahan yang populer. Namun, dokter mengingatkan penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. Kompas.com mencatat sejumlah dermatolog menyarankan penggunaan retinoid secara bertahap agar kulit dapat beradaptasi.
Hidrasi dan skin barrier
Mengejar kandungan anti-aging bukan berarti mengabaikan kelembapan kulit.
Funmilayo Adeola, ahli kimia kosmetik dan pendiri SwanPro Cosmetics, mengatakan banyak orang terlalu fokus mencari bahan anti-aging hingga melupakan skin barrier.
Kulit yang terhidrasi dengan baik cenderung terlihat lebih halus, sehat dan kenyal. Adeola menyarankan penggunaan humektan seperti hyaluronic acid dan glycerin, yang dapat dipadukan dengan bahan pendukung skin barrier seperti ceramide.
Artinya, rutinitas perawatan kulit tidak harus dipenuhi banyak bahan aktif. Menjaga kelembapan dan lapisan pelindung kulit juga menjadi bagian penting dari perawatan anti-aging.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tren skincare minimalis yang menekankan tiga langkah dasar: membersihkan, menghidrasi dan melindungi kulit dari sinar UV.
Rawat kulit dari dalam
Perawatan wajah bukan hanya soal apa yang dioleskan ke kulit.
Menurut Daniel, makanan yang kaya antioksidan, vitamin C, polifenol dan lemak sehat dapat membantu melawan jenis kerusakan yang juga berusaha dicegah melalui perlindungan terhadap sinar UV.
Protein juga memiliki peran penting karena kolagen terbentuk dari asam amino yang merupakan bahan dasar protein. Karcher merekomendasikan sekitar 1-1,2 gram protein per kilogram berat badan per hari untuk sebagian orang dewasa, meski kebutuhan setiap orang dapat berbeda.
Asupan tersebut, menurut dia, sebaiknya dibarengi olahraga secara rutin.
Latihan kekuatan
Olahraga tidak hanya berkaitan dengan kebugaran tubuh. Karcher menyebut latihan kekuatan atau resistance training dapat membantu meningkatkan sirkulasi, tonus otot dan kesehatan kulit secara keseluruhan.
Latihan tidak harus dilakukan di pusat kebugaran. Squat, berjalan sambil membawa beban atau menggunakan dumbbell di rumah dapat menjadi pilihan sederhana untuk memasukkan latihan kekuatan ke dalam rutinitas.
Dengan sirkulasi yang lebih baik, oksigen dan nutrisi dapat diedarkan ke seluruh tubuh. Namun, latihan fisik tetap perlu dipandang sebagai bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti perawatan kulit.
Pijat wajah secara lembut
Pijat wajah bukan metode untuk menghilangkan kerutan secara langsung. Namun, ritual sederhana ini dapat membantu membuat wajah terlihat lebih segar.
“Menurut saya, pijat wajah bukanlah obat untuk kerutan,” kata Daniel.
Menurut dia, pijat wajah dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan drainase limfatik sehingga wajah terlihat lebih segar dan tidak terlalu sembap.
Praktisi Ayurveda Mangala Rao juga mengatakan pijat wajah lembut selama tiga hingga lima menit menggunakan minyak dapat membantu meningkatkan sirkulasi, mendukung drainase limfatik, meredakan ketegangan otot, dan membuat kulit terlihat lebih segar.
Tekanan menjadi kunci. Pijatan sebaiknya dilakukan dengan lembut menggunakan minyak agar tangan dapat bergerak dengan mudah tanpa menarik kulit secara berlebihan.
Penuaan kulit tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Karena itu, tujuan perawatan lebih realistis jika diarahkan pada menjaga kesehatan kulit dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.
Paparan matahari menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Kompas.com juga melaporkan bahwa paparan sinar matahari berulang dapat mempercepat munculnya kulit kusam, pigmentasi dan kerutan.
Sementara itu, retinoid memang memiliki manfaat dalam perawatan tanda penuaan, tetapi bukan berarti satu bahan dapat menyelesaikan seluruh persoalan kulit. Penggunaan bahan aktif tetap perlu memperhatikan kondisi kulit dan potensi iritasi.
Dengan demikian, rutinitas sederhana adalah sunscreen, hidrasi, bahan aktif yang sesuai, makanan bergizi, olahraga dan perawatan lembut, dapat menjadi fondasi perawatan kulit dalam jangka panjang.(far,ist/dya)



.jpg)

Post a comment