Pasca Ledakan San Antonio Pakuwon City, Akses Jalan Kembali Dibuka dan Lima Ruko Masih Ditutup
SURABAYA (Lentera) - Akses Jalan Kalisari Utara I, kawasan San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup menyusul ledakan yang terjadi pada Selasa (6/10/2026) pagi.
Jalan tersebut mulai bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 16.00 WIB. Meski demikian, petugas masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi, terutama pada sejumlah ruko yang mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, serpihan kaca dan material bangunan yang berserakan di badan jalan juga telah dibersihkan. Garis polisi atau police line yang sebelumnya membentang di area kejadian juga diperkecil dan kini hanya dipasang di sekitar lima ruko yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk di salah satu usaha kuliner yang menjadi lokasi sumber ledakan.
Sejumlah petugas Satpol PP dan security Pakuwon City terlihat membantu mengatur lalu lintas. Pengendara yang melintas diimbau mengurangi kecepatan karena aktivitas pembersihan dan pengamanan masih berlangsung di sekitar lokasi.
Aktivitas warga dan pekerja di kawasan tersebut mulai kembali terlihat. Toko sepatu yang berada tepat di samping lokasi ledakan juga mulai steril.
Sementara sejumlah ruko lainnya masih belum beroperasi. Kaca etalase dan bagian bangunan yang pecah membuat pemilik maupun pegawai memilih menutup sementara tempat usahanya.
Satu tabung gas berwarna merah berukuran 50 kilogram juga telah dikeluarkan dari area lokasi kejadian. Adapun sekitar lima ruko di sisi RM Nasi Tempong masih ditutup menggunakan pagar seng untuk kepentingan pengamanan.
Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Satreskrim Polrestabes Surabaya, Si Ident (Seksi Identifikasi) Ditreskrimum Polda Jatim, Ur Ident (Urusan Identifikasi) Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan Bidlabfor (Bidang Laboratorium Forensik) Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasident Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Soekris Trihartono mengatakan, barang bukti ditemukan di bagian belakang ruko usaha kuliner yang difungsikan sebagai dapur di lantai satu.
"Barang bukti sementara yang ditemukan adalah tabung gas LPG volume 50 kilogram, kemudian ada beberapa kompor gas satu tungku dan beberapa yang lain," kata Soekris usai olah TKP, Selasa (6/10/2026).
Sementara itu, Kabid Darlog BPBD Surabaya, Linda Novanti menyebut ledakan tersebut berdampak terhadap 58 bangunan yang terdiri dari ruko dan rumah hunian di kawasan San Antonio Pakuwon City.
"Ruko 42 unit, rumah hunian 16 unit, kendaraan 8 unit, korban luka 5 jiwa," kata Linda.
Dari 42 ruko yang terdampak, sebanyak 10 unit mengalami rusak ringan, 28 unit rusak sedang, dan empat unit rusak berat. Sementara dari 16 rumah hunian, sebanyak 13 unit mengalami rusak ringan, dua unit rusak sedang, dan satu unit rusak berat.
Kerusakan juga terjadi pada delapan kendaraan, terdiri dari tiga sepeda motor dan lima mobil. Selain itu, dalam insiden ini juga terdapat lima orang yang mengalami luka-luka.
Reporter: Amanah/Editor: Ais




.jpg)

Post a comment