03 October 2026

Get In Touch

Rocky Gerung: Sikap Saya Tetap Radical Break, Cuma Pindah dari Luar ke Dalam

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026) (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden.)
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Jumat (2/10/2026) (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden.)

JAKARTA (Lentera) -Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Rocky Gerung menegaskan sikapnya akan tetap kritis meski sudah masuk ke pemerintahan.

"Ya kan cuma pindah, saya cuma pindah dari luar ke dalam. Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break," ungkap Rocky usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Rocky mengaku tidak punya alasan untuk menolak tawaran Presiden RI Prabowo Subianto ini, sehingga memutuskan bergabung Wantimpres.

Dia menekankan, tugas Wantimpres bukan mengkritik kebijakan tetapi memiliki fungsi kritis.

"Dewan ini justru fungsinya kritis, bukan kritik ya, beda tuh. Kritis terhadap kebijakan tuh," ucapnya.

Sebab, pasti akan ada persepsi negatif dan positif terkait kebijakan pemerintah.

Oleh karenanya, Wantimpres akan berperan untuk melihat detail persoalannya dan memberikan pertimbangan ke kepala negara. 

"Tugas dewan adalah mengingat dan menimbang dan memutuskan. Penetapannya ada pada presiden. Jadi kita membuat pertimbangan, user-nya adalah Bapak Presiden. Itu cara kerja dari dewan penasihat ini," tuturnya, mengutip Kompas.

Lebih lanjut, Rocky menjelaskan bahwa Wantimpres memiliki kedudukan etis, bukan teknis.

Lewat kedudukan etis, menurutnya, Wantimpres punya kemampuan untuk melihat ekses-ekses dari kebijakan, serta memberi pertimbangan tentang arah dari kebijakan agar sesuai dengan visi presiden.

Selain itu, Wantimpres juga disebut punya fungsi yang lebih politis, yaitu memonitor situasi politik dan situasi kebudayaan.

Dia menyebut semua hal yang akan dibicarakan di dalam Wantimpres didasarkan pada tanggung jawab etis dari masing-masing anggota, bukan tanggung jawab kelompok.

"Karena itu pertanggungjawaban pertama adalah kemampuan untuk mengambil jarak dari peristiwa-peristiwa konkret," ucapnya.

"Jadi dewan ini bukan untuk melayani pertanyaan-pertanyaan konkret harian. Diperlukan kontemplasi, diperlukan evaluasi, diperlukan bahkan kemampuan untuk berfantasi tentang masa depan republik," lanjutnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.