30 September 2026

Get In Touch

Mahasiswa PENS Raih Dua Prestasi di KRTI 2026

Tim mahasiswa PENS berhasil meraih prestasi di KRTI 2026.
Tim mahasiswa PENS berhasil meraih prestasi di KRTI 2026.

SURABAYA (Lentera) – Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) meraih dua prestasi, dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026.

Tim PENS menjadi Juara 1 Divisi Technology Development (TD) dan Juara Harapan 2 Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA).

KRTI 2026 digelar Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit. Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai tuan rumah. Kompetisi berlangsung pada 21–25 September 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kampus ITK, Balikpapan.

Ajang tersebut mempertemukan 373 mahasiswa yang tergabung dalam 94 tim dari 43 perguruan tinggi negeri di Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam lima divisi, yakni Vertical Take-Off Landing (VTOL), Fixed Wing (FW), Technology Development (TD), Long Endurance Low Altitude (LELA), dan Racing Plane (RP).

Pada Divisi Technology Development, tim PENS meraih Juara 1 melalui pengembangan dan integrasi teknologi pesawat tanpa awak secara mandiri. Pengembangan mencakup sejumlah komponen, mulai dari airframe, sistem propulsi, flight controller, hingga ground station.

Sementara pada Divisi Long Endurance Low Altitude, tim PENS meraih Juara Harapan 2. Divisi ini menguji kemampuan wahana dalam penerbangan jarak jauh pada ketinggian rendah, termasuk ketepatan menjalankan misi, pengiriman data dan video, serta kemampuan sistem menyelesaikan tugas yang diberikan.

Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng. mengatakan capaian tersebut menunjukkan mahasiswa politeknik memiliki kesempatan yang sama, untuk mengembangkan kompetensi teknologi dan berkompetisi di tingkat nasional.

“Prestasi mahasiswa PENS di KRTI 2026 menunjukkan bahwa pendidikan vokasi, khususnya politeknik, memiliki ruang yang sama untuk melahirkan talenta teknologi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” ujarnya, Senin (28/9/2026).

Menurut Arif, kompetisi seperti KRTI tidak hanya menjadi arena untuk mengejar prestasi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, serta belajar menghadapi tantangan teknologi secara langsung.

Dua prestasi tersebut juga melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan di PENS. Kompetensi Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Komputer, Teknik Mekatronika, Sains Data Terapan, Teknologi Rekayasa Internet, hingga Teknik Elektro Industri dipadukan dalam proses pengembangan wahana.

"Kolaborasi lintas bidang menjadi bagian penting dalam pengembangan robot terbang karena sistem UAV membutuhkan integrasi berbagai komponen, mulai dari perangkat keras, sistem kendali, komunikasi, komputasi, mekanik, hingga pengolahan data," tuturnya.

Ia menjelaskan, proses perancangan, pembangunan, pengujian, evaluasi, hingga penyempurnaan sistem juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menghadapi persoalan teknologi secara menyeluruh. Mereka dituntut bekerja secara sistematis sekaligus adaptif terhadap kondisi yang muncul selama kompetisi.

KRTI 2026 juga menjadi ruang bagi mahasiswa, untuk membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di kampus ke dalam tantangan teknologi yang lebih nyata. Dalam pengembangan UAV, teknologi yang dihasilkan memiliki potensi pemanfaatan untuk berbagai kebutuhan, seperti pemetaan, pemantauan, pengiriman data, hingga mendukung aktivitas di kawasan yang sulit dijangkau.

"Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Pertemuan tersebut juga membuka ruang pertukaran pengalaman sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kemampuan yang telah dikembangkan selama berada di kampus," ucapnya.

Arif menambahkan, pengalaman mahasiswa dalam kompetisi menjadi bagian dari pembelajaran yang melengkapi pencapaian akademik.

“Melalui pembelajaran berbasis proyek, riset, kolaborasi lintas disiplin, dan pengalaman kompetisi, kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap menciptakan karya, berinovasi, berprestasi, dan bersaing di tingkat nasional maupun global,” tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.