SURABAYA (Lentera) – Karier sebagai pesepak bola profesional tidak membuat Marselino Ferdinan meninggalkan pendidikan. Pemain yang baru saja bergabung dengan Persija Jakarta tersebut tetap menjalani perkuliahan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara daring sambil menjalankan aktivitas profesionalnya.
Marselino tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO).
Dekan FIKK Unesa, Irmantara Subagio, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan akademik Marselino, termasuk ketika sang pemain tengah menjalani aktivitas sepak bola di luar Surabaya.
"Terkait Marselino, belajarnya lewat daring dan kami pantau, kami dampingi. Alhamdulillah sampai saat ini proses belajarnya lancar semuanya," kata Irmantara ketika ditemui di Grha Unesa, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, setiap kali Marselino berada di Surabaya, mahasiswa tersebut juga menyempatkan diri datang ke kampus. Dalam kesempatan tersebut, Marselino berkoordinasi dengan pihak fakultas maupun program studi untuk membahas perkembangan perkuliahannya.
Tak hanya itu, pihak kampus juga memberikan pendampingan agar aktivitas sebagai pesepak bola profesional tidak menghambat penyelesaian mata kuliahnya. Irmantara menyebut hingga saat ini tidak ada mata kuliah Marselino yang tertinggal akibat aktivitas kariernya.
"Setiap kali Marselino sempat ke Surabaya atau balik, Marselino akan ke kampus. Selalu berkoordinasi dengan kami, baik di fakultas maupun prodi untuk mendampingi perkembangan mata kuliahnya," ujarnya.
Dari sisi akademik, capaian Marselino juga disebut tetap terjaga. Irmantara mengatakan tidak ada nilai mata kuliah yang dinilai buruk. Para dosen memberikan modul dan penugasan yang dapat dikerjakan Marselino menyesuaikan kondisi dan aktivitasnya sebagai atlet.
"Nilai-nilainya saya pikir tidak ada yang jelek. Alhamdulillah mungkin bagus, karena komunikasi juga dengan Marselino dan beberapa dosen sudah memberikan modul maupun penugasan. Pada akhir semester, nilai-nilai lancar semua," katanya.
Saat ini, IPK Marselino disebut berada di kisaran 3,68 atau sekitar 3,7. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sebagai atlet profesional tetap dapat berjalan beriringan dengan kewajiban akademik ketika mendapat dukungan dan pengaturan pembelajaran yang sesuai.
Untuk penyelesaian studi, Unesa memiliki sejumlah skema tugas akhir. Irmantara mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan pengalaman Marselino sebagai pesepak bola profesional dapat menjadi bagian dari karya ilmiah yang digunakan sebagai tugas akhir, sesuai ketentuan akademik yang berlaku.
"Kami berharap Marselino tidak skripsi saja, tetapi dari hasil pengalaman Marselino merumput di sepak bola itu dituangkan dalam bentuk karya ilmiah. Itu bisa kami hargai sebagai tugas akhir pengganti skripsi," jelasnya.
Unesa menargetkan Marselino dapat menyelesaikan studinya paling cepat pada semester 7 dan maksimal semester 8. Untuk mencapai target tersebut, kampus menyiapkan pendampingan, termasuk melalui dosen pendamping bagi mahasiswa berprestasi.
Irmantara mengatakan pihaknya berharap Marselino dapat menyelesaikan pendidikan tanpa harus mengorbankan perkembangan karier sepak bolanya. "Kami berharap Marselino juga fokus ke kariernya dan bisa mengembangkan kariernya lebih bagus," tuturnya.
Selain mendukung penyelesaian pendidikan, Unesa juga membuka peluang bagi Marselino untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister setelah menyelesaikan studi sarjana.
Dari lingkungan kampus, Marselino disebut dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan rendah hati.
Irmantara mengatakan Marselino tetap terbuka berinteraksi dengan mahasiswa maupun dosen ketika berada di kampus, termasuk ketika diminta berfoto bersama. "Kami berharap dia juga konsentrasi di sepak bolanya. Kalau nanti lulus, barangkali kami menyiapkan juga skema untuk Marselino sekolah S2," pungkasnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment