PALANGKA RAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya terus berupaya melakukan berbagai program dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat di wilayah setempat.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mendukung penuh berbagai program yang dijalankan Pemkot yang juga bertujuan mengendalikan kenaikan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
"Terlebih di tengah musim kemarau dengan risiko gagal panen, dapat memengaruhi produksi pangan, karena itu kami mendukung digencarkannya gerakan pangan murah," papar Khemal, Jumat (25/9/2026).
Gerakan pangan murah tersebut dilakukan di 10 titik di setiap kelurahan guna mendukung keterjangkauan daya beli masyarakat.
Sementara untuk pasar penyeimbang, memang ditiadakan sementara karena sedang dilaksanakan gerakan pasar murah.
"Selain gerakan pangan murah, pemerintah juga diharapkan menuntaskan masalah kemiskinan dari akarnya, salah satunya dengan memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ucapnya.
Ia menilai, kemiskinan sangat berkorelasi dengan pendidikan yang rendah dan juga masalah kesehatan atau biasanya kita kenal dengan istilah stunting.
Khemal menyarankan anggaran harus difokuskan pada revitalisasi sekolah vokasi, SMK atau politeknik, yang kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan industri lokal sehingga masyarakat lokal tidak hanya menjadi buruh kasar, tetapi juga memiliki potensi untuk jadi pegawai yang kompeten.
Karena itu, penguatan pendidikan vokasi akan dapat membuka peluang masyarakat memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Khemal menambahkan, pemerintah juga perlu menjaga kesinambungan program pengendalian harga dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Salah satunya melalui program Kredit Usaha Keren yang dibuka bagi UMKM di Kota Palangka Raya untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
"Kami berharap, upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pada peningkatan kemampuan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi," pungkasnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment