26 September 2026

Get In Touch

Teh Daun Jati Siap Minum Hasil Inovasi Ubaya Kantongi Lisensi Paten

Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto (tiga dari kiri) bersama Direktur Utama PT Alga Rosan Nusantara, Iwan Benny Purwowidodo, S.TP. (dua dari kiri) didampingi Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D. selaku inventor sekaligus Ketua PUI Pasdeg Ubaya (empat dari kiri) memegang
Rektor Ubaya, Dr. Benny Lianto (tiga dari kiri) bersama Direktur Utama PT Alga Rosan Nusantara, Iwan Benny Purwowidodo, S.TP. (dua dari kiri) didampingi Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D. selaku inventor sekaligus Ketua PUI Pasdeg Ubaya (empat dari kiri) memegang

SURABAYA (Lentera)- Riset produk cairan teh daun jati siap minum yang dikembangkan Pusat Unggulan Iptek Produk Pangan dan Suplemen Kesehatan untuk Kondisi Degeneratif (PUI Pasdeg) Universitas Surabaya (Ubaya) resmi mendapatkan lisensi paten dan diarahkan untuk masuk ke tahap komersialisasi.

Lisensi paten dengan nomor IDS000014467 tersebut ditandatangani Rektor Ubaya Dr. Benny Lianto bersama Direktur Utama PT Alga Rosan Nusantara Iwan Benny Purwowidodo, S.TP. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian What's Up Kemenkum-Campus Calls Out (CCO) Unair di Airlangga Convention Center, Universitas Airlangga, hari Kamis lalu (17/9/2026).

Momen tersebut turut disaksikan Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H. dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Hermansyah Siregar.

Produk teh daun jati tersebut dibuat dari simplisia daun jati muda dan sejumlah bahan pendukung. Pengembangannya difasilitasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Risbang, Kemdiktisaintek.

Pemanfaatan bahan baku lokal tersebut dikembangkan melalui intervensi teknologi sehingga menghasilkan minuman dengan karakter cita rasa herbal. Produk ini juga dikembangkan dengan potensi aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.

Prof. apt. Tjie Kok, Ph.D., inventor sekaligus Ketua PUI Pasdeg Ubaya, mengatakan diperolehnya lisensi menjadi bagian dari proses membawa hasil riset akademik menuju pemanfaatan yang lebih luas.

"Perolehan lisensi produk teh daun jati ini membawa narasi yang lebih luas mengenai pemanfaatan biodiversitas Indonesia, kearifan lokal, riset berbasis sumber daya alam, inovasi pangan, perlindungan kekayaan intelektual, dan hilirisasi menuju industri," ujarnya, Kamis (24/9/2026).

Menurut Tjie Kok, capaian tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah maupun perlindungan kekayaan intelektual, tetapi dapat dilanjutkan hingga tahap kerja sama dengan industri.

Ia berharap capaian tersebut semakin memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Ubaya sehingga hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain teh daun jati siap minum, sejumlah produk berbasis daun jati juga telah mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual. Di antaranya kopi celup daun jati dan daun kelor, teh celup campuran daun jati muda dan daun kelor muda, serta kukis plant-based daun jati bebas gluten.

"Riset dan pengembangan produk-produk tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan berkelanjutan Ubaya," katanya.

Sementara itu, Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong inovasi hingga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi.

"Inovasi tidak boleh berhenti pada penelitian maupun perlindungan kekayaan intelektual, melainkan harus dihilirisasi agar dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," tuturnya.

Dalam kegiatan yang sama, dosen Fakultas Farmasi Ubaya Dr. apt. Marisca Evalina Gondokesumo mewakili timnya menerima Sertifikat Paten Sederhana untuk inovasi "Tisu Antibakteri yang Terbuat dari Kulit Jagung dengan Aditif Kitosan dan Ekstrak Kulit Manggis".

Riset tersebut menghasilkan inovasi tisu wajah yang dalam pengujiannya menunjukkan pengurangan konsentrasi bakteri pada wajah manusia.

Rektor Ubaya Benny Lianto mengapresiasi capaian para dosen tersebut. Menurutnya, perlindungan kekayaan intelektual sekaligus kerja sama lisensi dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas antara perguruan tinggi dan dunia industri.

"Ubaya sangat bangga atas perolehan lisensi ini. Kami sangat berharap agar karya riset dan inovasi dari dosen-dosen Ubaya berhasil memasuki tahap komersialisasi," pungkas Benny.

Reporter: Amanah|Editor:Arifin BH

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.