PALANGKA RAYA (Lentera) – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mendukung penuh empat mahasiswa lintas jurusan Universitas Palangka Raya (UPR) yang berhasil mengembangkan inovasi kosmetik tradisional berbasis bahan alam khas Kalimantan Tengah (Kalteng). Program Pekan Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang didanai Kemendikbudristek
Rana Muthia Oktari, mengatakan tim ini berhasil menciptakan bedak dingin generasi baru, dengan kombinasi arang aktif kayu tumih dan ekstrak daun putat untuk mengatasi kulit berminyak. "Saya menyampaikan apresiasi kepada tim UPR yang menghidupkan kembali bedak dingin, warisan kosmetik tradisional berbahan dasar beras, dan mengembangkannya menjadi produk fungsional yang teruji secara ilmiah," papar Rana, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, iklim tropis Indonesia membuat produksi minyak atau sebum pada wajah cenderung tinggi. Dari data ZAP Beauty Index, mencatat lebih dari sepertiga perempuan Indonesia mengeluhkan kulit berminyak yang kerap disertai jerawat dan komedo. Sementara kosmetik modern berbahan sintetis berisiko menimbulkan iritasi jangka panjang.
Yang membedakan penelitian ini adalah pendekatan hybrid dengan 2 mekanisme kerja sekaligus. Pertama, Combretocarpus rotundatus, tumbuhan khas lahan gambut Kalteng ini berfungsi sebagai adsorben. Struktur mikropori dan luas permukaannya tinggi sehingga mampu menyerap minyak dan kotoran pada wajah. Kedua, Planchonia valida, mengandung flavonoid, tanin, dan antioksidan yang bersifat antibakteri. Senyawa ini membantu menyeimbangkan kondisi kulit dan mencegah jerawat.
"Kombinasi kedua bahan ini belum pernah diteliti sebelumnya, namun tim menggunakan pendekatan kuantitatif dengan skin analyzer untuk mengukur efektivitas penurunan kadar sebum secara objektif," tuturnya.
Rana mengatakan, kolaborasi lintas disiplin menunjukkan bagaimana riset sains dasar, fisika, farmasi, dan kimia dapat bersinergi menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Selain melakukan riset, tim mahasiswa UPR juga aktif memperkenalkan hasil penelitian di forum ilmiah seperti SEMIRATA, Seminar Mahasiswa, dan BASISTORA.
“Tentunya kami mendukung penuh tim UPR dalam upaya diseminasi dan memperluas jejaring akademik, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkas Rana.
Penelitian tersebut diinisiasi oleh Anisa Nugraha Heni dari Prodi Fisika sebagai ketua tim, bersama Ade Theresia Hutauruk (Fisika), Muhammad Ramadhani (Farmasi), dan Rumita (Kimia), dengan Dosen Pembimbing Made Dirgantara, S.Si, M.Si. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)

Post a comment